Barcelona Catat Rekor Kandang Dominan di Bawah Hansi Flick

Barcelona mencatatkan 15 kemenangan kandang beruntun di bawah asuhan Hansi Flick, menyamai rekor era Pep Guardiola.

Barcelona menunjukkan performa kandang yang sangat kuat musim ini di bawah asuhan Hansi Flick, mencatatkan rekor yang mengingatkan pada era keemasan klub.

Kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano pada Minggu (22/3/2026) memperpanjang rekor kemenangan kandang Barcelona menjadi 15 pertandingan berturut-turut musim ini. Tim sama sekali belum kehilangan poin di kandang sendiri.

Catatan impresif ini mengulang pencapaian serupa yang pernah diraih oleh Pep Guardiola saat melatih Barcelona.

Menurut laporan SPORT, Pep Guardiola pernah mencatatkan rekor kemenangan beruntun di Camp Nou. Rentetan kemenangan tersebut berlangsung dari pertandingan melawan Valencia hingga derby melawan Espanyol, dari pekan ke-7 hingga pekan ke-35, dan berakhir setelah gelar liga diamankan.

Hansi Flick kini telah menyamai rekor tersebut. Keistimewaan musim ini adalah dominasi yang diperlihatkan di tiga stadion berbeda.

Dominasi di 3 Stadion Berbeda

Musim ini, Barcelona tidak hanya mengandalkan satu stadion. Renovasi Camp Nou memaksa mereka memulai musim di Estadi Johan Cruyff, lalu pindah ke Estadi Olimpic Lluis Companys di Montjuïc, sebelum akhirnya kembali ke Camp Nou.

Perpindahan kandang tidak menghalangi performa Barcelona. Di Estadi Johan Cruyff, mereka meraih kemenangan telak 6-0 atas Valencia dan 3-0 melawan Getafe.

Saat bermain di Montjuic, Barcelona tetap konsisten meraih kemenangan, baik melalui perjuangan keras maupun dengan dominasi penuh.

Kembalinya ke Camp Nou juga disambut dengan hasil positif, membuktikan bahwa di mana pun mereka bermain, tempat itu menjadi benteng yang kokoh.

Statistik Mengesankan di Kandang

Dalam 15 pertandingan kandang musim ini, Barcelona telah mencetak 47 gol dan hanya kebobolan 8 kali. Rata-rata, mereka mencetak lebih dari tiga gol per pertandingan dan kebobolan sedikit di atas satu gol setiap dua pertandingan.

Statistik ini mencerminkan dominasi yang tajam di depan, solid di belakang, dan konsisten sepanjang musim.

Dengan performa seperti ini, Barcelona tidak hanya berupaya meraih gelar, tetapi juga menulis ulang sejarah klub di bawah kepemimpinan Hansi Flick.

Recommended