Barcelona Dibantai Atletico, Hansi Flick Mengamuk di Ruang Ganti

Barcelona kalah telak 0-4 dari Atletico Madrid di Copa del Rey. Kekalahan ini membuat pelatih Hansi Flick marah besar di ruang ganti.

Kekalahan telak Barcelona 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey membuat suasana ruang ganti memanas. Hansi Flick dikabarkan mengamuk akibat hasil minor tersebut.

Dalam laga yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/02/2026) dini hari WIB, Barcelona tak berdaya. Meski unggul dalam penguasaan bola (66%) dan melepaskan 14 tembakan, mereka harus mengakui keunggulan Atletico.

Gol-gol kemenangan Atletico Madrid dicetak oleh Eric Garcia (bunuh diri), Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez. Kekalahan ini menjadi yang terburuk bagi Barcelona sejak 1960 dan menjadi kekalahan terbesar sepanjang karier kepelatihan Hansi Flick.

Selain itu, ini adalah pertama kalinya Barcelona kebobolan empat gol dalam satu babak sejak kekalahan 2-8 dari Bayern Munchen di Liga Champions 2019/2020.

Selepas pertandingan, Hansi Flick berusaha tenang di depan media. Ia mengakui bahwa timnya mendapat pelajaran berharga dari Atletico Madrid di babak pertama. Meskipun membela anak asuhnya dan menyatakan kebanggaannya atas perjalanan tim musim ini, Flick sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit, terutama setelah tinjauan VAR yang memakan waktu delapan menit.

Namun, ketenangan Flick di konferensi pers berbanding terbalik dengan suasana di ruang ganti. Seperti dilansir Football Espana, Flick meluapkan kekesalannya dengan marah di ruang ganti. Selama 18 bulan masa kepemimpinannya di Barcelona, belum pernah ada yang melihat Flick semurka itu.

Kritik atas Intensitas dan Determinasi

Pergantian Marc Casado di babak pertama menjadi bukti frustrasi Flick. Meski sempat memeluk Casado saat ditarik keluar, Flick benar-benar marah saat turun minum. Ia menegaskan kepada para pemain bahwa ini adalah momen paling mengecewakannya sejak melatih di Camp Nou.

Flick bahkan melontarkan kalimat pedas, "Kalian pantas tertinggal lebih banyak". Keesokan paginya, ia kembali menegaskan pesannya, mempertanyakan bagaimana timnya bisa bermain tanpa intensitas dan determinasi yang memadai. Setelah meninjau rekaman pertandingan, Flick menyebut babak pertama sebagai cerminan tim tanpa semangat, daya juang, dan hasrat bersaing.

Sorotan Lini Tengah dan Depan

Meskipun lini belakang menjadi sorotan, Flick lebih kecewa dengan lini tengah dan lini serang. Menurutnya, pressing hampir tidak terlihat di babak pertama. Gelandang gagal mengontrol ritme, sementara penyerang kurang agresif dalam menekan lawan. Akibatnya, Atletico Madrid leluasa menguasai permainan dan menghukum Barcelona.

Kini, Hansi Flick memiliki tiga hari untuk memulihkan mental tim dan menemukan solusi taktis sebelum menghadapi Girona. Kekalahan dari Atletico Madrid membuat Barcelona harus bekerja keras untuk lolos ke final Copa del Rey. Pada leg kedua di Camp Nou, 4 Maret mendatang, Barcelona wajib menang dengan selisih lima gol untuk mencapai partai puncak.

Recommended