Bayern Munchen sukses mengamankan trofi juara DFB Pokal musim ini setelah menumbangkan VfB Stuttgart dengan skor telak 3-0 dalam laga final di Olympiastadion Berlin pada Minggu (24/05/2026) malam WIB.
Dilansir dari Bola, tim asuhan Vincent Kompany tersebut tampil sangat mendominasi dengan mencatatkan 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 11 tembakan. Kemenangan mutlak Die Roten dipastikan melalui torehan tiga gol yang diborong seluruhnya oleh penyerang veteran Harry Kane.
Penyerang berusia 32 tahun itu memecah kebuntuan pada menit ke-55 sebelum kemudian menambah dua gol lagi pada menit ke-80 dan masa injury time 90+2'. Tambahan tiga gol di partai final ini sekaligus menggenapi catatan performa impresif Kane menjadi total 61 gol di seluruh kompetisi musim ini.
Gelar ini menjadi piala domestik kedua bagi raksasa Jerman tersebut setelah sebelumnya mereka juga telah memastikan diri sebagai kampiun Bundesliga musim 2025/2026.
"Saya sangat bangga dengan tim ini. Musim yang sulit, penuh perjuangan, tetapi kami berhasil menutupnya dengan performa luar biasa," ujar Harry Kane, penyerang Bayern Munchen.
Kane menambahkan bahwa performa solid di laga puncak ini menjadi pembuktian kerja keras dari seluruh elemen di dalam skuad sepanjang musim.
"Kami ingin mengakhiri musim dengan cara seperti ini. Menang 3-0 di final dan bermain seperti hari ini adalah kredit untuk semua orang," sambung Harry Kane, penyerang Bayern Munchen.
Bagi penyerang asal Inggris tersebut, kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar DFB Pokal bagi Bayern Munchen yang terakhir kali dimenangi pada tahun 2020 silam.
"Saya sangat senang untuk para fans. Sudah terlalu lama klub ini tidak mengangkat trofi DFB Pokal (setelah terakhir kali pada 2020). Ini trofi pertama saya di Berlin, dan cara yang luar biasa untuk memulainya," lanjut Harry Kane, penyerang Bayern Munchen.
Keberhasilan dan kontribusi besar sang penyerang sepanjang musim kompetisi ini juga mendapat apresiasi tinggi dari juru taktik Die Bayern.
"Dia benar-benar impresif. Bukan cuma soal kualitasnya, tetapi juga kepribadiannya di dalam tim. Sulit dipercaya ada pemain yang mencetak begitu banyak gol, tetapi tetap rendah hati dan menjadi bagian dari kelompok," puji Vincent Kompany, pelatih Bayern Munchen.