Bayern Munchen dijadwalkan menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Allianz Arena pada Kamis (7/5/2026) pukul 02.00 WIB. Tuan rumah harus mengejar ketertinggalan agregat 4-5 setelah kalah dalam drama sembilan gol pada pertemuan pertama pekan lalu.
Dilansir dari Bola, pertandingan di Parc des Princes sebelumnya telah memecahkan rekor gol terbanyak dalam sejarah semifinal Liga Champions dengan total sembilan gol dalam satu laga. Hasil tersebut mengakhiri tren negatif lima kekalahan beruntun PSG saat menghadapi raksasa Jerman tersebut.
Kedua tim saat ini berada dalam kondisi sangat produktif dengan total 43 gol untuk PSG dan 42 gol untuk Bayern di kompetisi musim ini. Catatan ini mengancam rekor gol terbanyak satu musim milik Barcelona yang berjumlah 45 gol pada edisi 1999/2000 silam.
Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, dipastikan dapat menurunkan kekuatan penuh karena tidak ada laporan cedera baru di dalam skuadnya. Nama-nama besar seperti Manuel Neuer, Joshua Kimmich, dan Harry Kane diprediksi akan mengisi susunan pemain utama sejak menit awal pertandingan.
Harry Kane mengusung misi pribadi untuk mempertahankan rekor selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan beruntun di Liga Champions. Meski kehilangan Serge Gnabry dan Raphael Guerreiro yang masih absen, kedalaman skuad Die Roten dinilai tetap stabil untuk menjaga rekor kandang mereka.
Di sisi tim tamu, pelatih Luis Enrique harus memutar otak setelah bek kanan andalan Achraf Hakimi dipastikan absen akibat cedera hamstring. Posisi Hakimi kemungkinan besar akan digantikan oleh pemain muda Warren Zaire-Emery untuk menjaga lini pertahanan Les Parisiens.
Sorotan utama tertuju pada winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia, yang berpeluang melewati rekor 10 gol milik Zlatan Ibrahimovic sebagai pencetak gol terbanyak klub dalam satu musim Liga Champions. Pemain asal Georgia tersebut juga berambisi memecahkan rekor kontribusi gol terbanyak untuk klub asal Prancis itu.
Secara statistik pertemuan, Bayern Munchen masih mendominasi dengan catatan sembilan kemenangan dari 16 laga melawan PSG di semua kompetisi. Namun, keunggulan agregat tipis satu gol membuat PSG memiliki modal penting untuk melaju ke babak final di bawah tekanan pendukung tuan rumah.