Potensi modus penipuan baru dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi perhatian publik. Sebuah video simulasi yang beredar luas menunjukkan bagaimana AI mampu meniru wajah dan suara petugas bank saat melakukan panggilan video (video call). Teknik ini diduga dapat digunakan untuk tindak kejahatan dengan biaya operasional yang relatif murah, yakni sekitar US$ 5-6 setiap bulannya.
Dalam simulasi yang ditunjukkan pada video tersebut, seorang pria mampu mengubah wajahnya dalam hitungan lima detik menjadi seorang pegawai bank wanita lengkap dengan seragam. Kecanggihan teknologi ini tidak hanya mengubah wajah, tetapi juga menyelaraskan gerakan bibir dan intonasi suara agar menyerupai layar penerima telepon, menciptakan ilusi yang sangat meyakinkan.
Menanggapi hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan pernyataan resmi. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menegaskan bahwa hingga tanggal 31 Maret 2026, pihaknya belum menerima laporan kerugian nasabah terkait modus penipuan jenis ini, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Hera F Haryn menambahkan, “Menyikapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini dapat dimanfaatkan untuk menyerupai wajah maupun suara yang mengaku karyawan perusahaan palsu, sampai informasi ini kami sampaikan, tidak ada laporan nasabah yang diterima BCA terkait modus penipuan dengan cara tersebut.”
Pihak BCA mengimbau seluruh nasabah untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan. Keamanan data dan kenyamanan dalam bertransaksi bagi nasabah adalah prioritas utama BCA.
Nasabah diingatkan untuk selalu mengakses layanan resmi HaloBCA hanya melalui kanal-kanal yang telah ditetapkan. Kanal-kanal resmi tersebut meliputi nomor 1500888, aplikasi HaloBCA, WhatsApp resmi Bank BCA di 08111500998, webchat melalui www.bca.co.id, e-mail [email protected], serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
Hera juga menegaskan agar nasabah berhati-hati terhadap tautan (link) yang mencurigakan. Petugas BCA tidak akan pernah meminta nasabah untuk mengeklik link tertentu yang mengarah pada pengisian data pribadi, web phising, atau mengunduh aplikasi di luar saluran resmi perusahaan.
Selain itu, akses layanan video call BCA hanya dilakukan melalui website atau aplikasi resmi perusahaan. Nasabah diminta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi mereka dengan tidak membagikan informasi sensitif. Informasi seperti password, nomor kartu ATM, PIN, serta kode OTP (One Time Password) tidak boleh dibagikan kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai BCA.