Benfica menunjukkan dukungan kuat kepada pemain mudanya, Gianluca Prestianni, setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain satu pertandingan. Sanksi ini terkait dugaan tindakan rasial terhadap pemain Real Madrid, Vinicius Junior.
Klub memberikan dukungan penuh kepada Prestianni dalam situasi sulit ini. Meskipun ada risiko Prestianni absen di leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, namanya tetap masuk dalam daftar pemain yang berangkat ke Madrid pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kontroversi bermula pada leg pertama di Lisbon. Dalam laga tersebut, Vinicius mencetak gol kemenangan pada menit ke-50. Setelah gol itu, muncul tuduhan bahwa Prestianni mengeluarkan ujaran rasial kepada Vinicius.
UEFA memberikan larangan bermain sementara sambil melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika sanksi diterapkan, Prestianni tidak bisa bermain di laga krusial di Madrid.
Prestianni membantah tuduhan tersebut dalam kesaksiannya kepada UEFA. "Saya tidak pernah melontarkan hinaan rasial," ujar sang pemain.
Ia mengakui menutup mulut dengan jersey saat berbicara, tetapi menegaskan ucapannya tidak bermaksud rasial. Pernyataan ini justru menyiratkan adanya hinaan lain yang menjadi perdebatan.
Banding Benfica
Benfica mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan UEFA. Mereka menganggap sanksi itu tergesa-gesa dan akan melakukan banding agar Prestianni bisa bermain di leg kedua.
Presiden klub, Rui Costa, menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak adil dan meyakini pemainnya tidak bersalah. Keberangkatan Prestianni ke Madrid dianggap sebagai simbol dukungan klub.
Upaya Mourinho Meredakan Ketegangan
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, berupaya meredakan ketegangan di tim. Mourinho melarang tim membahas Real Madrid dan isu rasisme, untuk menjaga konsentrasi menjelang pertandingan domestik. Benfica menang 3-0 atas AVS dalam kompetisi liga.
Mourinho mengakui bahwa situasi setelah menit ke-50 melawan Madrid sulit dikelola secara emosional. "Pertandingan itu sangat menuntut dalam segala aspek. Setelah menit ke-50, situasinya tidak mudah secara emosional dan itu masih terus berlanjut," ungkap Mourinho.
Mourinho tidak akan menghadiri konferensi pers prapertandingan karena sanksi kartu merah.