Bank Indonesia (BI) berencana menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan bank swasta untuk lebih aktif dalam menyalurkan kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, mengungkapkan rencana ini saat uji kelayakan Anggota Dewan Komisioner (ADK) di Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Menurut Dicky, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mendorong pemerataan akses pembiayaan bagi UMKM. Saat ini, penyaluran kredit UMKM cenderung didominasi oleh bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Kami melihat salah satu yang penting lagi dari UMKM ini adalah pertanyaan mengenai bagaimana meratakan sumber pembiayaan dari bapak tadi, mengenai bank yang fokusnya, himbara hanya untuk menyalurkan UMKM, sementara mohon maaf non-himbara tidak menyalurkan UMKM," ungkap Dicky.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, BI akan menetapkan ambang batas atau threshold penyaluran kredit UMKM bagi bank swasta. Ambang batas yang diusulkan adalah sebesar 30%. Implementasi kebijakan ini juga akan didukung melalui skema sekuritisasi.
Dicky menjelaskan bahwa bank swasta yang telah mencapai target penyaluran kredit UMKM dapat melakukan sekuritisasi terhadap kelebihan kredit tersebut kepada bank-bank non-Himbara.
"Kita berikan threshold ingin berapa target kepada UMKM? 30% kita berikan mereka yang biasa menyalurkan ke umkm kelebihannya bisa disekuritisasi oleh yang non-himbara tadi," jelasnya.
Lebih lanjut, Dicky menambahkan bahwa skema sekuritisasi penyaluran kredit ini bukan hal baru. Skema ini pernah diterapkan saat BI masih memiliki kewenangan pengawasan terhadap OJK.
Menurutnya, dengan data yang semakin baik, credit rating yang akurat, dan riwayat pembayaran yang jelas, skema sekuritisasi kredit ini sangat memungkinkan untuk diimplementasikan kembali.
"Di waktu lalu ada yang namanya SBPUK (Surat Berharga Pasar Uang Khusus), surat berharga, pasar uang, kredit usaha kecil, waktu di jaman kami menjadi pengawas. Saat ini rasanya sekuritisasi itu sangat dimungkinkan dengan data yang baik, dengan kredit rating, dengan payment history, ini sangat dimungkinkan," pungkasnya.