Maskapai kargo Black Stone Airlines menambah jumlah armada pesawat jenis Boeing 737-800SF untuk memperkuat distribusi logistik udara nasional pada Jumat (8/5/2026). Langkah ekspansi ini diambil menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5,61 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal I-2026.
Pendiri RGA-Black Stone Airlines, Bambang Soesatyo, menyatakan optimisme terhadap penguatan sektor kargo seiring transformasi ekonomi digital dan peningkatan konsumsi e-commerce. Penambahan ini memperkuat unit pesawat yang telah dioperasikan perusahaan bersama Asia Cargo Network (ACN) sejak tahun 2022.
Dilansir dari Detik Finance, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu motor penggerak utama. Pada triwulan IV-2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 8,98 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi tahunan 2025 sebesar 5,11 persen.
"Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kecepatan distribusi barang. Hari ini kita melihat bagaimana kargo udara berkembang menjadi salah satu urat nadi ekonomi nasional," kata Bambang Soesatyo, Pendiri RGA-Black Stone Airlines dalam keterangan tertulisnya.
Bambang menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 telah mencapai Rp23.821,1 triliun. Dengan PDB per kapita sebesar Rp83,7 juta atau setara USD5.083, daya beli masyarakat dan aktivitas perdagangan antarwilayah terus mengalami peningkatan signifikan.
Pergeseran perilaku belanja masyarakat yang menginginkan pengiriman cepat menjadi faktor pendorong utama transformasi industri logistik. Kecepatan distribusi kini dianggap sebagai variabel penentu kemenangan bisnis dalam persaingan dunia usaha, selain faktor harga produk.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai beralih ke platform digital yang membutuhkan konektivitas udara efisien. Produk seperti pakaian lokal, makanan olahan, hingga farmasi kini bergantung pada pengiriman udara untuk menjangkau pasar internasional.
Pemerintah mencatat ekspor barang dan jasa tumbuh sebesar 7,03 persen pada periode sebelumnya. Kondisi ini mempertegas peran strategis maskapai kargo dan pengelola bandara dalam menjaga momentum stabilitas ekonomi nasional di masa depan.