Penyerang AS Roma, Paulo Dybala, dilaporkan membuka peluang untuk pindah ke AC Milan pada bursa transfer musim panas, Rabu (15/4/2026). Keinginan pemain asal Argentina tersebut didasari oleh motivasi untuk kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di Juventus, Massimiliano Allegri.
Dilansir dari Bola, manajemen AC Milan berpotensi melakukan perombakan besar di sektor serangan untuk menyambut musim depan. Paulo Dybala masuk dalam radar incaran klub meski realisasi transfer ini masih bergantung pada nasib beberapa pemain pilar Rossoneri saat ini.
Salah satu faktor penentu kepindahan ini adalah kepastian masa depan Rafael Leao yang performanya dinilai menurun sepanjang musim 2025/2026. Meskipun performanya dianggap merosot, pemain asal Portugal tersebut masih menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan koleksi 10 gol di semua kompetisi.
Kebugaran Leao terganggu oleh masalah pubalgia yang memaksanya sering bermain sebagai striker dalam skema formasi 3-5-2. Kondisi ini berbeda dari posisi aslinya sebagai penyerang sayap kiri, sehingga memicu ketidakpuasan sebagian suporter yang sempat mencemoohnya saat laga melawan Udinese.
Manajemen Milan disebut tengah mempertimbangkan untuk melepas Leao musim panas ini, meski klausul pelepasannya mencapai angka €175 juta. Di sisi lain, klub tetap mencari penyerang tengah baru seperti Robert Lewandowski yang berstatus bebas transfer atau Dusan Vlahovic dari Juventus.
Kontrak Paulo Dybala bersama AS Roma sendiri akan segera berakhir pada penghujung musim 2025/2026 tanpa adanya jaminan perpanjangan kontrak. Kondisi tersebut membuat pemain berusia 32 tahun itu mulai mendapatkan tawaran dari berbagai klub di Eropa maupun Amerika Selatan.
Dybala dikabarkan lebih memprioritaskan untuk tetap berkarier di kompetisi kasta tertinggi Italia jika memang harus meninggalkan ibu kota. Reuni dengan Allegri menjadi faktor krusial yang membuat opsi bergabung dengan Milan terasa lebih menarik bagi sang pemain.
Mengingat riwayat cederanya dalam dua musim terakhir, Dybala dilaporkan bersedia menyepakati kontrak berbasis performa. Skema kontrak ini nantinya akan memberikan bayaran berdasarkan jumlah penampilan serta kontribusi gol yang diberikan bagi tim barunya nanti.