Blaize dan Datacomm Jajaki Kerja Sama Infrastruktur AI di Indonesia

Blaize Holdings Inc dan PT Datacomm Diangraha sepakati MoU pengembangan solusi AI inference guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Blaize Holdings Inc bersama PT Datacomm Diangraha menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan solusi AI inference di Indonesia pada ajang GITEX Asia 2026 di Singapura, Rabu (22/4/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperkuat infrastruktur teknologi guna mendukung proyeksi kontribusi kecerdasan buatan terhadap ekonomi nasional.

Dilansir dari Medcom, kolaborasi ini berfokus pada eksplorasi model AI inference as a service yang akan diintegrasikan dengan platform DCloud milik Datacomm. Sinergi tersebut memanfaatkan infrastruktur pusat data yang sudah ada untuk memberikan akses komputasi bagi para pelaku usaha domestik.

Penyediaan layanan ini diprediksi mampu menekan beban investasi besar bagi perusahaan yang ingin mengadopsi sistem kecerdasan buatan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan potensi sovereign AI yang diperkirakan menyumbang hingga USD 140 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2030.

Data industri menunjukkan bahwa sektor kecerdasan buatan di Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 31 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara, dipicu oleh masuknya pemain hyperscaler global dan peningkatan layanan cloud di berbagai sektor.

Sektor-sektor strategis seperti logistik, keamanan publik, otomasi industri, hingga analisis video menjadi target utama dalam pengembangan teknologi ini. Pemanfaatan AI inference diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi berbasis data di tanah air.

"Bersama-sama, kami mengeksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang dapat diprogram dan hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata di dunia nyata, mulai dari keamanan publik, infrastruktur cerdas, physical AI, hingga logistik di seluruh Indonesia," kata Dinakar Munagala, Co-Founder dan CEO Blaize.

Presiden Direktur Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan bahwa aliansi ini menjadi langkah natural dalam menjawab kebutuhan transformasi digital nasional. Integrasi infrastruktur lokal dengan teknologi kelas dunia dinilai akan menciptakan solusi AI yang lebih aman dan mudah dikembangkan sesuai ekosistem setempat.

Meskipun kesepakatan saat ini masih bersifat non-binding atau tidak mengikat secara komersial, kedua pihak telah membuka peluang untuk melanjutkan kerja sama ke tahap implementasi proyek. Rencana ini diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Recommended