Persaingan zona degradasi kompetisi BRI Super League 2025/2026 menyisakan satu slot kosong bagi tim yang akan turun kasta setelah berakhirnya pertandingan pekan ke-31 pada Kamis (7/5/2026).
Madura United, Persijap Jepara, dan Persis Solo menjadi tiga kandidat yang kini berjuang keras untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim mendatang.
Dilansir dari Bola, PSBS Biak telah resmi menjadi tim pertama yang terdegradasi setelah hanya mampu mengoleksi 18 poin dari total 31 pertandingan yang telah dijalani sepanjang musim ini.
Kepastian turun kasta juga dialami oleh Semen Padang yang tertahan di zona merah dengan perolehan 20 poin akibat menderita kekalahan dalam enam pertandingan secara berturut-turut.
Persis Solo saat ini berada dalam posisi yang paling mengkhawatirkan karena menempati peringkat ke-16 klasemen sementara dengan perolehan 27 poin setelah mengalami dua kekalahan beruntun.
Di atasnya, Persijap Jepara menduduki urutan ke-15 dengan 31 poin, sementara Madura United memimpin persaingan di posisi ke-14 dengan koleksi 32 poin dari 31 laga.
Madura United diprediksi memiliki peluang bertahan lebih besar karena akan menghadapi Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar pada tiga pertandingan sisa musim ini.
Tantangan berat justru menanti Persis Solo yang harus berhadapan dengan tim papan atas seperti Persebaya Surabaya dan Dewa United, meskipun mereka memiliki modal rekor empat kemenangan kandang beruntun.
Persijap Jepara juga menghadapi jadwal sulit karena harus melawan pemuncak klasemen Borneo FC dan Persib Bandung setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Dewa United dan Persija Jakarta.
"Tiga laga penghabisan ini harus bisa dilewati dengan hasil terbaik andai tak ingin numpang lewat di kasta tertinggi," tulis laporan Bola mengenai situasi krusial yang dihadapi Laskar Kalinyamat.
Konfigurasi klasemen papan bawah ini dipastikan masih akan berubah secara dinamis hingga pekan terakhir untuk menentukan tim ketiga yang menyusul PSBS Biak dan Semen Padang ke kasta kedua.