Kekalahan AC Milan atas Lazio berbuntut pada kritikan pedas dari berbagai pihak. Hasil minor tersebut dinilai semakin memperkecil peluang Rossoneri untuk meraih gelar juara Serie A musim ini.
AC Milan menyerah 0-1 dari Lazio dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Olimpico. Kekalahan ini terjadi pada saat yang kurang menguntungkan bagi tim besutan Massimiliano Allegri.
Inter Milan, yang berada di puncak klasemen, sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Atalanta. Situasi ini seharusnya menjadi peluang bagi Milan untuk memperpendek jarak dengan rival sekotanya itu.
Namun, kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan. Milan kini tertinggal delapan poin dari Inter dengan sembilan pertandingan tersisa hingga akhir musim.
Mantan striker Italia, Paolo Di Canio, menjadi salah satu pengkritik utama performa Milan usai kekalahan tersebut. Ia menilai Milan tampil tanpa karakter dan kepribadian yang kuat di lapangan.
"Milan selalu kesulitan menghadapi tim, bahkan tim yang secara kualitas tidak lebih baik dari Lazio, terutama ketika mereka harus mengembangkan permainan sendiri," ujar Di Canio.
Menurutnya, masalah utama Milan bukan hanya taktik, melainkan juga mentalitas tim yang kurang kuat dalam menghadapi tekanan. "Milan adalah tim tanpa kepribadian," tegasnya.
Rafael Leao Jadi Sorotan Kritik
Di Canio juga menyoroti performa beberapa pemain kunci Milan, termasuk Rafael Leao. Ia menilai penyerang asal Portugal itu kurang memberikan kontribusi maksimal.
"Leao hanya berjalan-jalan di lapangan dan hanya memberi solusi saat serangan balik," kata Di Canio.
"Tidak bisa memiliki pemain yang berjalan selama 70 menit ketika pemain lain bekerja keras. Lalu dia marah karena tidak diberi bola. Itu harus diselesaikan oleh Allegri."
Selain Leao, Christian Pulisic juga disinggung karena dinilai kurang memberikan dampak di lini serang.
Luka Modric Jadi Satu-satunya yang Dipuji
Di tengah kritik terhadap performa Milan, Di Canio justru memuji Luka Modric. Gelandang veteran asal Kroasia itu dinilai menunjukkan kualitas dan semangat yang berbeda.
"Biarkan Modric saja, dia membuat saya terkesan," ujar Di Canio.
Ia menilai Modric tetap mampu menunjukkan kelasnya meskipun tim secara keseluruhan tampil kurang meyakinkan.
Dengan kekalahan ini, peluang AC Milan untuk terlibat dalam perburuan gelar Serie A musim ini semakin berat. Jika tidak segera bangkit, Rossoneri terancam kehilangan kesempatan untuk menekan Inter Milan di puncak klasemen.