Bocah Ternate Dirundung Karena Fasih Bahasa Inggris, Gubernur Malut Beri Dukungan

Seorang bocah di Ternate, Maluku Utara, menjadi korban perundungan teman-temannya karena kefasihannya berbahasa Inggris. Gubernur Malut Sherly Tjoanda pun memberi dukungan.

Seorang bocah asal Ternate, Maluku Utara, mengalami perundungan dari teman-temannya. Insiden ini terjadi hanya karena ia fasih berbicara Bahasa Inggris. Mendengar kabar tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, langsung merespons dengan mengajak bocah tersebut untuk bertemu.

Kisah ini bermula dari curahan hati seorang ibu kepada Sherly Tjoanda di Ternate, seperti dilansir dari Medcom. Sang ibu menceritakan tentang anaknya yang sempat viral di TikTok karena sering berbicara Bahasa Inggris dengan turis. Namun, akhir-akhir ini anaknya enggan mengembangkan kemampuannya karena kerap dirundung.

Gubernur Sherly Tjoanda, yang juga seorang ibu, menyatakan keprihatinannya. Ia pun meminta untuk dipertemukan dengan Altaf, nama bocah tersebut, dan membuat konten singkat di media sosial bersama. Momen pertemuan keduanya menjadi viral dan menarik perhatian publik luas.

Altaf, bocah asal Ternate ini, sebelumnya dikenal di TikTok karena kebiasaannya berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris dengan para turis. Namun, usahanya mempraktikkan kemampuan berbahasa asing ini justru menjadikannya sasaran ejekan teman-temannya.

Menurut sang ibu, seperti dikutip dari akun Instagram @s_tjo pada Sabtu, 28 Maret 2026, "Sebagai seorang ibu, mungkin ibu pernah tahu di TikTok yang FYP, anak kecil sering ngobrol sama bule. Akhir-akhir ini dia sudah enggak mau lagi untuk improve Bahasa Inggrisnya. I need support dari ibu, karena dia banyak di-bully, katanya orang Ternate saja sok Inggris begitu, bu."

Merespons hal tersebut, Sherly Tjoanda mengajak Altaf bertemu. "Ajak dia saja ketemu saya, nanti kita bikin video bareng. Setelah itu enggak ada lagi yang bully dia," kata Sherly.

Pesan Sherly Tjoanda untuk Altaf

Dalam pertemuan yang hangat, Sherly menggali lebih dalam alasan Altaf menyukai Bahasa Inggris, mimpinya di masa depan, dan perasaannya saat dirundung. Altaf mengaku belajar Bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi langsung dengan turis dan bercita-cita kuliah di luar negeri, bahkan menyebut Spanyol sebagai tujuan untuk menonton sepak bola.

Terkait perundungan, Altaf menceritakan bahwa teman-temannya sering melontarkan kalimat yang sama berulang kali. "They say why do you learn English, you are Ternate people? Why do you learn English so?" ungkap Altaf.

Ejekan tersebut membuatnya tertekan. Ketika Altaf ingin membalas ejekan teman-temannya dengan kata "shut up", Sherly mengingatkan agar ia tidak terpancing. Ia menjelaskan bahwa ejekan semacam itu hanyalah kebisingan yang tidak perlu ditanggapi.

"No, no, you shouldn't say that. Just ignore them. In life, there are what we call noise. Noise is something that is not important. So you don't have to reply. Just ignore them. You learning by yourself, have the ability of speaking English. I'm so proud of you," jelas Sherly.

Sherly juga menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris yang diasah Altaf adalah investasi berharga. "And be able to speak English, it's gonna to help you in the future. So what you're doing now, you're building, you invest your time, upgrade yourself for your future. If they don't want to do that for themselves, just let them. And then just ignore them, you are on the right path to be success. So keep doing what you're doing keep learning english and then just ignore them," pesan Sherly.

Ia juga mengingatkan Altaf untuk tidak membiarkan siapa pun menentukan nilai dirinya. "You don't have to reply, just ignore them. Never let anyone decide your value, you are the one who decides your value and you are the one who control your mind," tambah Sherly.

Di akhir unggahannya, Sherly Tjoanda menyampaikan pesan kepada publik. Ia menegaskan bahwa perundungan terhadap seseorang yang sedang mengembangkan diri adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. "Buat kalian yang enggak suka belajar Bahasa Inggris atau tidak bisa belajar Bahasa Inggris, jangan membully yang bisa. Dan kalau kalian yang sedang belajar Bahasa Inggris dan merasa dibully sama teman-teman kalian karena berbicara Bahasa Inggris sendiri, just ignore them," tutup Sherly.

Momen penuh empati ini pun viral dan menuai banyak dukungan dari warganet, yang menilai Altaf bukan "sok" melainkan sedang mempersiapkan diri untuk masa depannya.

Recommended