Kejutan terjadi di Liga Champions 2025/2026, dengan Bodo/Glimt asal Norwegia berhasil mengalahkan Inter Milan dan melaju ke babak 16 besar.
Keberhasilan Bodo/Glimt terasa istimewa karena Inter Milan adalah finalis Liga Champions musim sebelumnya dan memimpin klasemen Serie A.
Pada leg kedua di San Siro, Bodo/Glimt tampil efektif dan meraih kemenangan yang memastikan tempat mereka di fase gugur. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions, mengingat pengalaman dan sejarah panjang Inter di kompetisi Eropa.
Salah satu sosok kunci dalam kemenangan Bodo/Glimt adalah Jens Petter Hauge, mantan pemain AC Milan. Ia mencetak gol pembuka dan memberikan assist untuk gol kedua. Gol tambahan dicetak oleh Hakon Evjen. Inter sempat membalas melalui Alessandro Batoni pada menit ke-76.
Kemenangan ini memastikan Bodo/Glimt lolos ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Mereka akan menghadapi Manchester City atau Sporting CP.
Kapten Bodo/Glimt, Patrick Berg, bangga dengan pencapaian timnya.
“Dalam dua pertandingan melawan Inter kami bermain sangat baik. Kami tahu bermain di kandang sendiri akan membantu, lalu datang ke stadion bersejarah ini dan menghadapi tim hebat. Namun kami adalah klub kecil, tim kecil, jadi kami tidak punya apa pun untuk kehilangan. Kami hanya ingin menikmati permainan dan bersaing dengan tim serta pemain terbaik,” ujarnya.
Berg juga menegaskan bahwa pencapaian ini sangat berarti bagi klub dan kota mereka.
“Ini luar biasa. Untuk klub dan kota kami, hasil ini sangat tidak terbayangkan. Banyak orang mungkin tidak menyangka kami bisa mengalahkan tim besar seperti Manchester City, Atletico, dan sekarang Inter dua kali. Ini benar-benar sesuatu yang luar biasa.”
Menatap babak 16 besar, Berg tidak terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi. Baginya, setiap pertandingan di Liga Champions adalah pengalaman berharga.
“Bagi saya itu tidak terlalu penting. Menyenangkan bisa menghadapi tim baru, jadi jika kami melawan Sporting dan bermain di sana tentu akan luar biasa.”
“Namun jika bertemu Manchester City, kami juga dengan senang hati menyambut mereka kembali ke Norwegia. Dan tentu saja kami akan datang ke Manchester untuk menghadapi mereka,” kata Berg.