Bosnia U-21 Tolak Jabat Tangan Timnas Israel U-21 Sebelum Laga

Pemain Timnas Bosnia dan Herzegovina U-21 menolak berjabat tangan dengan skuad Timnas Israel U-21 sebelum pertandingan Kualifikasi Euro U-21 2027.

Sebuah insiden yang memicu perhatian publik internasional terjadi sebelum pertandingan Kualifikasi Euro U-21 2027 antara Bosnia dan Herzegovina U-21 melawan Israel U-21. Para pemain Bosnia dan Herzegovina U-21 terekam dalam video viral menolak untuk berjabat tangan dengan skuad Timnas Israel U-21, sebuah tradisi yang biasa dilakukan sebagai simbol sportivitas dalam sepak bola.

Pertandingan yang berlangsung di BSC Stadium, Budaors, pada Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat, berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Namun, kejadian sebelum kick-off tersebut menjadi sorotan utama, seperti dilansir dari Bola.

Menurut laporan, insiden penolakan jabat tangan terjadi setelah para pemain kedua tim memasuki lapangan untuk menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing. Para pemain Bosnia dan Herzegovina U-21 memilih untuk tos dengan ofisial pertandingan dan melewati skuad Israel tanpa membalas ajakan salaman.

Kapten Timnas Bosnia dan Herzegovina U-21, Muhamed Buljubasic, kemudian memberikan pernyataan terkait aksi timnya tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya @buljubasic_muhamed pada Rabu (1/4/2026), Buljubasic menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral yang merefleksikan prinsip dan nilai-nilai yang diyakini oleh bangsanya.

"Sebagai kapten tim, sebelum pertandingan kemarin saya telah menegaskan dengan sikap yang tegas bahwa tanah air saya dan orang tua saya tidak pernah mendidik saya untuk menundukkan punggung di hadapan mereka yang membawa dunia ini menuju kehinaan dan kekerasan," tulis Buljubasic, mengindikasikan bahwa keputusannya adalah cerminan dari keyakinan kolektif.

Ia menambahkan bahwa niatnya adalah untuk menjadi teladan dan mewakili pandangan seluruh negerinya, serta apa yang dirasakan setiap orang yang berakal sehat mengenai situasi global saat ini. Aksi ini, menurut Buljubasic, sekaligus menjadi simbol keberpihakan terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan.

Latar Belakang dan Dampak

Penolakan jabat tangan ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Israel. Kejadian ini memperlihatkan bahwa dunia olahraga sering kali menjadi medium ekspresi sikap sosial dan politik, sebuah fenomena yang bukan kali pertama terjadi.

Buljubasic menegaskan, "Bosnia telah dan akan selalu berada di pihak kebenaran dan keadilan. Bosnia, Tanah Airku, banggalah dengan apa yang telah kamu lahirkan. Selama kamu masih memiliki putra-putramu." Pernyataan ini menunjukkan betapa mendalamnya keyakinan moral yang mendasari tindakan timnya.

Di sisi lain, hasil imbang 0-0 tersebut membuat persaingan di Grup G Kualifikasi Euro U-21 2027 semakin ketat. Bosnia dan Herzegovina serta Israel kini sama-sama mengumpulkan 7 poin, dengan Bosnia menempati posisi kedua dan Israel di posisi ketiga karena selisih gol yang lebih rendah. Peluang kedua tim untuk lolos ke putaran final masih terbuka lebar.

Selain pernyataan mengenai pertandingan, Buljubasic juga menyampaikan ucapan selamat kepada Timnas Bosnia dan Herzegovina senior yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain tim nasional senior kami atas keberhasilan lolos ke Piala Dunia!" pungkasnya.

Recommended