Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, dalam acara The Wayne Rooney Show pada April 2026. Permintaan maaf tersebut berkaitan dengan ejekan Fernandes terhadap kegagalan penalti Carragher saat Inggris menghadapi Portugal di perempat final Piala Dunia 2006.
Dilansir dari Bola, Fernandes mengungkapkan bahwa dirinya masih remaja saat merayakan kegagalan eksekusi penalti Carragher tersebut. Komentar ini muncul sebagai respons balik atas kritik yang sering dilontarkan Carragher terhadap performa Fernandes di lapangan belakangan ini.
"Saya harus membalas sedikit. Kamu sering mengkritik saya, jadi saya bisa membalas lewat penalti itu," kata Bruno Fernandes, pemain Manchester United, dalam tayangan tersebut. Ia juga menambahkan candaan agar Carragher tidak berkomentar jika suatu saat Fernandes gagal mengeksekusi penalti.
Kegagalan Carragher pada tahun 2006 terjadi dalam situasi yang dramatis di mana tendangan pertamanya masuk namun harus diulang. Wasit asal Argentina, Horacio Elizondo, menilai Carragher menendang bola sebelum peluit dibunyikan, sehingga eksekusi kedua berhasil ditepis oleh kiper Portugal, Ricardo.
Selain Carragher, kiper Ricardo juga menggagalkan tendangan Steven Gerrard dan Frank Lampard yang memastikan langkah Portugal ke semifinal. Pertandingan bersejarah tersebut juga diwarnai kartu merah Wayne Rooney dan insiden kedipan mata Cristiano Ronaldo yang memicu ketegangan antara kedua rekan setim di Manchester United kala itu.
Carragher sendiri sebelumnya pernah mengakui bahwa momen tersebut adalah salah satu titik terendah dalam kariernya. Dalam tulisan di The Telegraph pada 2021, ia menjelaskan bahwa tekanan psikologis saat pengulangan penalti membuatnya mengubah arah tendangan yang akhirnya terbaca oleh kiper lawan.