BYD telah memperkenalkan Blade Battery 2.0, generasi terbaru dari teknologi baterai mereka. Pengembangan selama enam tahun menghasilkan inovasi dalam teknologi FLASH Charging, memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat serta peningkatan keamanan dan daya tahan baterai.
Sistem FlashPass Ion Transport System pada Blade Battery 2.0 terdiri dari tiga inovasi utama.
Tantangan dalam pengembangan baterai adalah menyeimbangkan kecepatan pengisian daya dengan kepadatan energi. BYD mengklaim telah mengatasi kendala ini dengan meningkatkan kepadatan energi sebesar 5 persen sekaligus mempercepat pengisian daya.
Berikut adalah tiga inovasi utama FlashPass Ion Transport System:
1. Flash-Release Cathode
Katoda ini memanfaatkan arsitektur partikel multi-level dengan ukuran yang dirancang secara terarah. Struktur tersebut memungkinkan kepadatan material yang tinggi sekaligus mempercepat proses pelepasan ion lithium.
2. Flash-Flow Electrolyte
Elektrolit ini dikembangkan melalui optimasi presisi berbasis kecerdasan buatan (AI), menghasilkan konduktivitas ion yang tinggi serta mobilitas ion lithium yang lebih cepat.
3. Flash-Intercalate Anode
Anoda ini dirancang dengan struktur multi-dimensi yang memungkinkan proses interkalasi ion lithium secara tiga dimensi hingga 360 derajat dengan kecepatan tinggi.
Kombinasi teknologi tersebut menurunkan resistansi internal baterai, mengurangi panas selama pengisian daya. Struktur anoda baru juga meningkatkan performa melalui restrukturisasi elektroda berkapasitas tinggi. Partikel grafit disusun tegak lurus terhadap bidang elektroda untuk mengurangi hambatan transportasi ion lithium, sehingga proses interkalasi ion lebih lancar dan kepadatan energi meningkat 5 persen.
Lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI) pada Blade Battery 2.0 direkayasa secara molekuler dan dioptimasi struktur makroskopiknya sehingga menghasilkan lapisan yang sangat tipis namun tetap memiliki kepadatan tinggi. Struktur ini meningkatkan konduktivitas ion dan menjaga stabilitas kimia baterai, serta dilengkapi teknologi dynamic self-repairing.
BYD mengklaim bahwa peningkatan performa ini tidak mengorbankan keamanan. Blade Battery 2.0 telah melewati pengujian keselamatan ekstrem, termasuk pengujian pertama di dunia yang menggabungkan FLASH Charging dan Nail-Penetration Test. Hasilnya tidak menunjukkan thermal runaway, asap, maupun kebakaran bahkan setelah 500 siklus pengisian cepat. Baterai ini juga lulus uji thermal runaway setelah hubungan arus pendek paksa pada empat sel baterai secara simultan, tanpa kebakaran atau ledakan meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius.
Daya tahan Blade Battery 2.0 juga ditingkatkan, dengan tingkat penurunan kapasitas baterai yang diklaim berkurang hingga 2,5 persen dibandingkan generasi sebelumnya.