Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan portal untuk mengecek keabsahan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA). Layanan ini dapat diakses publik.
“Portal verifikasi publik SHTKA dapat diakses publik untuk memverifikasi hasil TKA secara langsung,” tulis informasi di akun Instagram @rumahpendidikan.kemendikdasmen dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Apa sebenarnya portal ini?
Portal verifikasi publik SHTKA merupakan layanan resmi dari Kemendikdasmen. Tujuannya adalah untuk memverifikasi secara terbuka keikutsertaan serta hasil TKA. Proses pengecekan cukup sederhana, hanya dengan memasukkan nomor peserta dan kode SHTKA.
Manfaat Portal Verifikasi Publik SHTKA
Beberapa manfaat dari portal ini antara lain:
- Kepastian data yang absah, memastikan hasil TKA valid dan bersumber resmi.
- Proses verifikasi yang lebih cepat dan praktis, karena dapat diakses langsung tanpa prosedur rumit.
- Mendukung pengambilan keputusan objektif, memberikan rujukan data terverifikasi untuk seleksi atau evaluasi.
Portal verifikasi publik SHTKA dapat diakses melalui shtka.kemendikdasmen.go.id, atau melalui platform Rumah Pendidikan.
Satuan Pendidikan, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah maupun Non-Pemerintah, orang tua, serta pihak lain yang memerlukan verifikasi SHTKA dapat memastikan keabsahan hasil TKA dengan memasukkan nomor peserta dan kode unik SHTKA. Selanjutnya akan ditampilkan data yang terverifikasi secara nasional.
Kepala Badan Standar Kurikulum Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa portal ini adalah langkah penting Kemendikdasmen dalam memperkuat transparansi sistem asesmen pendidikan nasional.
“Melalui portal ini, masyarakat, satuan pendidikan, maupun perguruan tinggi dapat memverifikasi keaslian sertifikat serta menelusuri capaian akademik peserta didik secara terbuka dan berbasis data,” kata Toni kepada wartawan, Kamis, 5 Maret 2026.
Sistem verifikasi publik ini adalah wujud komitmen pemerintah. Terutama untuk memastikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya menjadi laporan individu bagi peserta didik.
“Tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem penjaminan mutu pendidikan yang kredibel dan dapat dipercaya,” sebut dia.
Toni menambahkan, dengan mekanisme digital yang transparan, proses seleksi akademik akan lebih objektif dan adil. Lebih dari sekadar layanan teknis, portal ini mencerminkan arah baru kebijakan asesmen nasional.
“Data pendidikan yang terbuka, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Toni.
Toni juga menuturkan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting di era transformasi digital pendidikan. Khususnya bagi tata kelola pendidikan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.