Wasit Disorot Setelah Persik Kediri Imbang Lawan Persijap Jepara

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyoroti kinerja wasit Muhammad Iqballuddin usai timnya bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara.

Persik Kediri gagal memaksimalkan skema permainan cepat saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Brawijaya Kota Kediri pada Senin, 6 April 2026. Laga tersebut berakhir imbang tanpa gol, sebuah hasil yang tidak sesuai dengan rencana taktik ofensif pelatih Marcos Reina. Pelatih asal Spanyol tersebut sebelumnya telah merancang strategi untuk menekan tim asuhan Mario Lemos sejak menit awal pertandingan, demikian dilansir dari Bola.

Reina menyatakan bahwa pertandingan antara kedua tim menyuguhkan tontonan yang menarik. Namun, menurutnya, ritme permainan sering terganggu oleh keputusan wasit Muhammad Iqballuddin yang kerap meniup peluit untuk pelanggaran ringan. Hal ini menghambat alur serangan Persik yang sedang menguasai bola.

"Saya amati irama permainan kami diganggu peluit wasit yang menstop pertandingan. Beberapa pelanggaran kecil, dia tetap meniup peluit. Padahal pemain kami sedang menguasai bola untuk menyerang lawan," ungkap Marcos Reina.

Selain itu, Marcos Reina juga mengkritik lambatnya wasit dalam mengambil keputusan pada pelanggaran berskala berat. Keterlambatan ini menyebabkan terjadinya kerumunan pemain yang beradu argumentasi di lapangan. Reina menekankan bahwa regulasi pertandingan dengan jelas menyebutkan hanya kapten tim yang diizinkan berkomunikasi dengan wasit.

"Regulasi sudah jelas. Hanya kapten tim yang boleh komunikasi dengan wasit. Tapi wasit membiarkan kejadian yang memancing kerumunan pemain," tutur Reina.

Keterlambatan pengambilan keputusan wasit, lanjutnya, berimbas negatif pada performa para pemain. "Kalau pertandingan sering terhenti merusak performa pemain, karena mereka mulai dari awal lagi," jelas Reina.

Sorotan tajam juga ditujukan kepada keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada dua pemain Persijap, Najeeb Yakubu dan Buyung Ismu. Menurut Reina, kedua pemain tersebut melakukan pelanggaran riskan yang seharusnya berujung kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah. Reina menilai insiden ini tidak baik bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan berharap wasit dapat memperbaiki kinerjanya.

"Dari pengamatan saya seharusnya ada dua pemain Persijap dapat kartu kuning kedua yang berubah kartu merah. Tapi itu tak dilakukan wasit. Saya kira ini tak bagus untuk sepak bola Indonesia. Wasit juga harus memperbaiki diri lagi," pungkasnya.

Recommended