Performa apik Michael Carrick sebagai manajer interim Manchester United memunculkan pertanyaan penting: apakah klub akan mengambil risiko lebih besar jika tidak memberikan jabatan manajer permanen kepadanya?
Pertanyaan ini muncul setelah Carrick mendapatkan jawaban penting dari para pemainnya sendiri, bukan dari petinggi klub.
Untuk pertama kalinya dalam tujuh pertandingan di bawah Carrick, MU tertinggal saat turun minum melawan Crystal Palace. Sebelumnya, Setan Merah selalu mampu bangkit, namun kali ini mereka berada dalam posisi yang sulit.
"Segalanya berjalan sesuai keinginan kami, jadi saat jeda saya mengatakan kepada mereka, 'inilah momen yang sudah saya tunggu, saat seperti ini'," ujar Carrick. "Seolah saya berkata, 'ayo, sekarang apa yang akan kita lakukan?' Kadang Anda memang harus menemukan jalan keluar dalam pertandingan. Ini soal bagaimana kami bereaksi," ungkapnya.
Jawaban datang melalui penalti Bruno Fernandes dan sundulan Benjamin Sesko. Kemenangan itu membawa MU ke posisi ketiga klasemen Liga Inggris, peringkat tertinggi mereka sejak akhir musim 2022/23 di era Erik ten Hag, membuka lebar peluang ke Liga Champions musim depan.
Carrick mencatatkan enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh laga terakhir. Jika digabungkan dengan periode interim pertamanya setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada November 2021, rekornya menjadi tujuh kemenangan dan dua hasil seri dari sembilan pertandingan. Catatan ini menyamai rekor terbaik dari sembilan laga awal seorang manajer dalam sejarah Premier League.
Meski demikian, para pengambil keputusan di klub mungkin masih berhati-hati. Tujuh tahun lalu, Solskjaer memulai masa interim dengan delapan kemenangan beruntun dan meraih 32 poin dari 36 kemungkinan sebelum akhirnya dipermanenkan.
Konteks saat ini berbeda. Thomas Tuchel telah memperpanjang kontraknya dengan Timnas Inggris, sementara Carlo Ancelotti dikabarkan akan melakukan hal serupa dengan Brasil. Jika Carrick mampu membawa MU kembali ke Liga Champions, maka akan terlihat lebih berisiko jika klub tidak memberinya jabatan tetap.
Alternatif seperti pelatih Palace, Oliver Glasner, atau Roberto De Zerbi, tetap menyimpan ketidakpastian dibandingkan mempertahankan sosok yang sudah memahami tekanan di Old Trafford.
Hubungan dengan Suporter
Carrick mengakui kebanggaannya mendengar namanya menggema di stadion. "Tempat ini sangat berarti bagi saya. Mendapat begitu banyak energi positif, melihat semua orang menikmati datang ke pertandingan, dan tentu saja saya punya pengaruh terhadap itu, tentu rasanya menyenangkan, saya tidak akan berbohong," katanya.
"Para pemain pantas mendapat banyak pujian atas apa yang mereka tampilkan di lapangan," lanjut Carrick.
"Ini jelas bukan soal saya semata. Tetapi, koneksi dengan para pendukung sangat besar artinya. Mereka tetap bersama kami, bahkan setelah awal yang sulit, dan kami menutup pertandingan seperti itu. Itu sangat berarti," tambahnya.
Dengan MU kini berada di jalur Liga Champions dan dukungan publik yang menguat, perdebatan bergeser. Bukan lagi soal apakah Carrick pantas dipertimbangkan, melainkan apakah justru akan menjadi taruhan yang lebih besar jika klub memilih jalan lain.