Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menyatakan kesiapannya menangani kasus banding yang diajukan Senegal terkait kontroversi di final Piala Afrika 2025. Sengketa ini bermula dari keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memberikan kemenangan kepada Maroko.
CAF memutuskan kemenangan 3-0 untuk Maroko pada 17 Maret lalu, meskipun pertandingan final 18 Januari 2026 tersebut berakhir imbang tanpa gol sebelum insiden di perpanjangan waktu.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengajukan banding setelah para pemainnya menolak melanjutkan pertandingan akibat penalti yang diberikan kepada tuan rumah.
Sekretaris Jenderal CAS, Matthieu Reeb, memastikan pembentukan panel arbitrase untuk menangani masalah ini. "Pengadilan Arbitrase Olahraga sepenuhnya siap menyelesaikan sengketa seperti ini dengan bantuan arbiter yang ahli dan independen," ujarnya.
Reeb menambahkan, pihaknya memahami bahwa tim dan suporter menantikan keputusan akhir, dan CAS akan memastikan proses berjalan secepat mungkin, dengan tetap menghormati hak semua pihak untuk mendapatkan sidang yang adil.
Senegal memiliki waktu 20 hari untuk menyampaikan argumen hukum, sementara CAF diberi waktu tambahan 20 hari untuk memberikan pembelaan.
Sempat dinyatakan sebagai juara usai menang 1-0 atas Maroko lewat gol Pape Alassane Gueye di perpanjangan waktu, Senegal kemudian kehilangan gelar tersebut. Penalti di menit akhir yang gagal dieksekusi Brahim Diaz memicu protes keras hingga pemain Senegal meninggalkan lapangan.
CAF, setelah menerima banding dari Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), menyatakan Senegal melanggar Pasal 82 regulasi Piala Afrika, yang mengatur sanksi bagi tim yang menolak melanjutkan pertandingan.
FSF berpendapat bahwa keputusan tersebut tidak adil dan berupaya mengembalikan kemenangan mereka melalui CAS.
Reaksi keras juga ditunjukkan para pemain Senegal. Winger Crystal Palace, Ismaila Sarr, mengunggah emoji tertawa di Instagram. Pemain West Ham United, El Hadji Malick Diouf, menulis: "Juara, bersuaralah!"
Bek Lyon, Moussa Niakhate, menyindir: "Ambil saja (medali itu). Mereka gila." Kiper Yehvann Diouf membagikan ulang momen perayaan dengan keterangan: "Di mata seluruh dunia." Gelandang Rayo Vallecano, Pathe Ciss, melontarkan komentar pedas: "Tambahkan saja tiga gol lagi untuk para pengeluh," tulisnya.
Keputusan akhir dari CAS akan menentukan siapa yang berhak atas gelar juara Piala Afrika 2025.