Gelandang Manchester United, Casemiro, memberikan pernyataan terkait kualitas teknis mantan rekan setimnya di Real Madrid, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, dalam sebuah wawancara yang diunggah pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menilai Bale sebagai sosok pemain yang memiliki atribut lebih lengkap selama mereka berkarier di Santiago Bernabeu.
Pengakuan mengejutkan tersebut disampaikan Casemiro saat berbicara dalam kanal YouTube milik Rio Ferdinand. Dilansir dari Bola, pemain asal Brasil tersebut menekankan bahwa meskipun Ronaldo adalah mesin gol utama, Bale memiliki kontribusi yang lebih luas di berbagai lini permainan.
Casemiro menjelaskan bahwa keunggulan Bale terletak pada kemampuannya untuk terlibat aktif dalam skema bertahan maupun menyerang. Hal ini dianggap sebagai nilai tambah yang membuat pemain asal Wales tersebut menonjol di antara deretan bintang Los Blancos lainnya.
"Cristiano memang mencetak banyak gol, minimal 15 gol setiap musim. Tapi Bale menyerang, bertahan, jago duel udara, mencetak gol dari tendangan bebas, melakukan semuanya dengan sangat baik," kata Casemiro, mantan gelandang Real Madrid.
Meski memberikan pujian setinggi langit untuk Bale, Casemiro tetap memberikan penegasan bahwa Cristiano Ronaldo merupakan pemain terbaik di dunia secara keseluruhan. Menurutnya, Ronaldo memiliki level perbedaan yang tidak dimiliki pemain lain dalam sejarah sepak bola.
Secara teknis, Casemiro menyoroti kecepatan, kekuatan fisik, serta kemampuan teknik yang dimiliki Bale sebagai paket lengkap seorang pesepak bola profesional. Bale tercatat telah membela Real Madrid dalam 258 pertandingan resmi dengan torehan 106 gol.
Selama masa baktinya di klub ibu kota Spanyol tersebut, Bale telah menyumbangkan lima trofi UEFA Champions League dan tiga gelar La Liga. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam sejarah kesuksesan Real Madrid pada dekade terakhir.
Setelah mengakhiri masa pengabdiannya di Madrid, Gareth Bale sempat berkarier di Amerika Serikat bersama Los Angeles FC. Ia kemudian memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2023 setelah memimpin tim nasional Wales di ajang Piala Dunia 2022.