Gelandang Manchester United, Casemiro, memberikan respons menohok terhadap kritik tajam legenda Liverpool Jamie Carragher setelah sang pemain berhasil membawa klubnya mengamankan tiket Liga Champions pada Kamis (7/5/2026). Performa pemain asal Brasil tersebut kembali meningkat secara signifikan di bawah kepemimpinan pelatih Michael Carrick pada musim ini.
Dilansir dari Bola, keberhasilan Casemiro meredam kritik publik terjadi di tengah kepastian dirinya akan meninggalkan Old Trafford pada bursa transfer musim panas mendatang saat kontraknya berakhir. Mantan pemain Real Madrid itu memainkan peran krusial dalam lini tengah Setan Merah meski sebelumnya sempat didesak untuk pensiun oleh Carragher.
Perselisihan ini bermula dua tahun lalu ketika Carragher menyebut Casemiro harus segera mengakhiri kariernya karena dianggap sudah tidak mampu bersaing di level tertinggi. Carragher saat itu menilai sepak bola telah meninggalkan sang gelandang setelah kekalahan memalukan dari Crystal Palace.
"Mungkin setelah Anda kalah dua kali dari klub saya, masih ada sedikit kepahitan di sana," kata Casemiro, Gelandang Manchester United, dalam wawancaranya bersama TNT Sports Brasil. Ia merujuk pada dua kemenangan final Liga Champions yang ia raih bersama Real Madrid saat melawan Liverpool pada 2018 dan 2022.
Casemiro menambahkan bahwa dirinya tidak merasa perlu terlibat terlalu jauh dalam polemik televisi meski setiap orang bebas berpendapat. Ia mengaitkan komentar negatif Carragher dengan sejarah rivalitas panjang antara dirinya di Madrid dan klub kebanggaan Carragher tersebut.
Jamie Carragher sendiri akhirnya mengakui kesalahannya dalam menilai kapasitas Casemiro setelah melihat konsistensi sang pemain menghadapi tim besar seperti Manchester City dan Arsenal. Carragher menyatakan bahwa Casemiro berhak memberikan balasan atas komentar punditnya yang terbukti keliru.
Menanggapi pengakuan kesalahan tersebut, Casemiro memilih untuk bersikap tenang dan menegaskan tidak menyimpan dendam pribadi terhadap sang legenda Liverpool. Baginya, poin terpenting adalah adanya perubahan opini setelah fakta di lapangan membuktikan kualitas permainannya yang belum habis.