Chelsea Dibantai PSG, Rosenior Minta Maaf Atas Kekalahan

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, meminta maaf atas kekalahan 2-5 dari PSG di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyampaikan kekecewaannya setelah timnya dibantai Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 2-5 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, membuat harapan Chelsea untuk melaju ke babak selanjutnya menjadi sangat tipis. Rosenior pun meminta maaf atas nama klub atas hasil memalukan tersebut.

Sempat memberikan perlawanan, Chelsea mampu dua kali menyamakan kedudukan. Akan tetapi, kesalahan individu dan keruntuhan mental di 15 menit terakhir pertandingan membuat mereka harus menerima kekalahan telak.

Gol dari Malo Gusto dan Enzo Fernandez sempat membalas gol dari Bradley Barcola serta Ousmane Dembele. Namun, PSG berhasil mencetak tiga gol tambahan yang memastikan kemenangan mereka.

Rosenior bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Ia mengakui bahwa timnya harus lebih baik dalam mengatasi kesalahan dan tekanan.

"Ini hasil yang sangat mengecewakan pada malam di mana untuk sebagian besar pertandingan kami sebenarnya cukup puas. 15 menit terakhir benar-benar gila," kata Rosenior, seperti dikutip dari AP.

"Itu tanggung jawab saya. Kami harus lebih baik saat menghadapi kesalahan atau kemunduran. Anda harus tetap tenang pada momen seperti itu, termasuk saya."

Menurutnya, kekalahan ini terasa menyakitkan karena Chelsea masih dalam persaingan selama 75 menit.

Gol Kelima Jadi Pukulan Berat

Keputusan Rosenior untuk memainkan Filip Jørgensen sebagai penjaga gawang utama kemungkinan akan menjadi sorotan. Jørgensen menggantikan Robert Sanchez, tetapi melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol PSG.

"Pemain membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama. Pada saat skor 2-2 kami sebenarnya sedang berada dalam momentum bagus," ujar Rosenior.

Ia menambahkan bahwa gol kelima PSG menjadi pukulan yang sangat berat bagi timnya.

"Di level tertinggi, perbedaannya sangat tipis. Gol kelima adalah yang paling menyakitkan. Kami gagal mengantisipasi pola permainan yang sederhana dan mereka mencetak gol kelima yang membuat situasi menjadi sangat sulit," imbuh dia.

Menembak Kaki Sendiri

Selain kekalahan telak, insiden yang melibatkan Pedro Neto dan seorang ball boy juga menambah kesan buruk bagi Chelsea. Neto menjatuhkan ball boy tersebut saat berebut bola, dan kemudian memberikan kausnya sebagai permintaan maaf.

“Jika ada sesuatu dari pihak kami yang tidak pantas, saya meminta maaf atas nama klub,” kata Rosenior.

Chelsea dinilai terlalu santai menghadapi ancaman PSG, memberikan ruang bagi Dembele dan Barcola, kurang agresif dalam perebutan bola kedua, serta terlalu mudah kehilangan bentuk saat menghadapi transisi cepat lawan.

"Kami menembak kaki sendiri dan membuat duel ini menjadi sangat sulit," ujar Rosenior.

Menurutnya, gol kelima PSG membuat peluang Chelsea semakin tipis di leg kedua.

“Bahkan saat skor 2-4, memang bukan hasil terbaik, tetapi kami masih punya peluang pada leg kedua. Gol kelima itulah yang paling menyakitkan. Ini sesuatu yang harus benar-benar saya perbaiki. Kami sangat dekat untuk menjadi tim yang luar biasa.”

Recommended