Chelsea Dinilai Salah Gagal Transfer Victor Osimhen

Chelsea dianggap melakukan kesalahan besar karena gagal merekrut Victor Osimhen pada 2024 lalu akibat tawaran gaji yang rendah.

Kegagalan Chelsea mengamankan Victor Osimhen dalam transfer senilai 65 juta paun pada 2024 dinilai sebagai kesalahan besar. Bukan biaya transfer yang menjadi masalah utama, melainkan tawaran gaji yang jauh dari harapan sang pemain.

Jurnalis sepak bola Eropa, Andy Brassell, mengungkapkan hal tersebut. Ia menganalisis kegagalan The Blues dalam mendatangkan striker yang kini dianggap sebagai salah satu nomor 9 terbaik dunia.

Setelah bersinar bersama Napoli, Osimhen sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Stamford Bridge. Namun, ia justru bergabung dengan Galatasaray dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan.

Di Turki, performanya meningkat tajam. Ia mencetak 37 gol dalam 41 pertandingan selama masa peminjaman, dan melanjutkan ketajamannya dengan total 19 gol dari 28 laga musim ini.

Meski begitu, rumor kepindahan ke Premier League terus berlanjut, terutama menjelang bursa transfer musim panas.

Chelsea kembali masuk daftar peminat, terutama setelah penyerang anyar mereka, Liam Delap, belum memberikan dampak signifikan.

Namun, Chelsea harus belajar dari kesalahan sebelumnya jika ingin mencoba merekrut Osimhen lagi, terutama mengenai struktur gaji.

Menurut Brassell, Chelsea hanya menawarkan gaji sekitar sepertiga dari gaji Osimhen di Galatasaray, yang kabarnya mencapai 250.000 paun per pekan.

"Kalau kita mundur ke awal saat dia pindah dari Lille ke Napoli, Gennaro Gattuso bahkan rela memotong gajinya agar klub bisa merekrut Osimhen. Mereka tahu bukan hanya harus membayar mahal, tapi juga memberi gaji yang layak," kata Brassell kepada talkSPORT.

"Itu seperti hadiah besar dari Gattuso untuk Napoli, apalagi kemudian Osimhen benar-benar berkembang di bawah Luciano Spalletti," lanjutnya.

"Saya rasa itu juga yang membuat pembicaraan dengan Chelsea tidak pernah benar-benar berkembang."

"Karena gaji tertinggi yang mereka tawarkan mungkin hanya sekitar sepertiga dari yang dia dapat di Galatasaray, bahkan mungkin tidak sampai segitu," lanjut Brassell.

Model Transfer Chelsea Menjadi Kendala

Brassell menilai ada dua faktor utama yang bisa menghambat transfer Osimhen ke Chelsea: kebijakan klub dan struktur gaji.

Dalam beberapa bursa transfer terakhir, Chelsea cenderung merekrut pemain muda untuk dikembangkan. Pada musim panas lalu, sembilan pemain yang didatangkan berusia 23 tahun atau lebih muda, dengan Joao Pedro sebagai pembelian terbesar senilai 60 juta paun.

"Ada dua sisi," ujar Brassell.

"Pertama, apakah transfer ini realistis dalam model BlueCo/Clearlake? Mungkin tidak, karena mereka fokus pada pemain muda yang bisa dikembangkan."

"Yang kedua, soal gaji. Kita tahu Chelsea berani membayar mahal untuk transfer, tapi gajinya lebih berbasis performa."

Brassell juga menegaskan bahwa wajar jika Osimhen memprioritaskan finansial dalam menentukan nilai dirinya.

"Kita tahu, sejak awal dia memang memprioritaskan finansial. Dia berasal dari latar belakang yang sangat sulit."

"Dan bahkan kalau bukan itu pun, tidak ada yang berhak menentukan berapa nilai seorang pemain. Kalau dia bisa mendapat bayaran itu, ya bagus untuknya," tuturnya.

Osimhen Hampir Menjadi yang Terbaik di Dunia

Osimhen kini memiliki reputasi sebagai salah satu striker paling mematikan di Eropa. Ia menjadi kunci keberhasilan Napoli meraih gelar Serie A 2023 dengan torehan 26 gol dari 32 laga.

Di Galatasaray, ia mencatatkan 56 gol dari 69 pertandingan, yang semakin menegaskan kualitasnya.

Brassell menilai Osimhen hampir menyamai level striker top dunia seperti Harry Kane.

"Osimhen sangat dekat untuk menjadi nomor 9 terbaik di dunia," ujarnya.

"Kalau bicara pemain yang bisa memberi lebih dari sekadar gol, dia mulai mendekati level Kane, meskipun gaya mereka berbeda."

"Siapa pun yang mengikuti permainannya sejak di Lille pasti tahu dia akan sukses besar di Premier League," lanjutnya.

"Melihat dia bermain itu melelahkan, dia selalu terlibat, selalu memberi dampak. Bahkan tanpa mencetak gol, dia tetap memengaruhi permainan," ulasnya.

"Tekanan yang dia berikan ke bek lawan luar biasa, dia sangat fisikal dan selalu hadir dalam permainan. Itu luar biasa."

"Saya rasa tidak ada keraguan, kalau dia jadi nomor 9 Chelsea saat ini, mereka pasti sudah nyaman berada di zona Liga Champions," kata Brassell.

Situasi Terkini

Chelsea saat ini berada di peringkat keenam klasemen Premier League setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir.

Mereka juga baru saja tersingkir dari Liga Champions usai kalah telak agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain.

Sementara itu, perjalanan Osimhen di Liga Champions musim ini juga berakhir. Galatasaray kalah 0-4 dari Liverpool di Anfield, sehingga kemenangan di leg pertama tidak berarti banyak dalam kekalahan agregat 1-4.

Recommended