Pemerintah menargetkan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 21 proyek hilirisasi pada bulan April ini. Rencana ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo, seperti dilansir dari Detik Finance.
Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah. Tujuannya adalah memperkuat sektor industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara komprehensif.
Selain proyek hilirisasi, pada bulan ini juga akan dilaksanakan groundbreaking untuk 29 titik proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Lokasi proyek ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Menurut Prasetyo, program Waste to Energy awalnya direncanakan di 33 titik. Namun, penyesuaian di lapangan menyebabkan jumlahnya menjadi 29 titik. Ia berharap semua proyek tersebut bisa segera dimulai.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat berbagai program industrialisasi dan hilirisasi. Prasetyo menegaskan bahwa fokus utama adalah mengeksekusi program pembangunan sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pemerintah memastikan bahwa program pembangunan akan berjalan optimal. Hal ini dilakukan demi kepentingan bangsa dan masyarakat luas.
Prasetyo menegaskan, "Ini saya kira kita fokus bekerja menjalankan program-program yang semua sudah dituangkan dalam RPJP, RPJMN maupun RKP, rencana kerja pemerintah tahunan."