Manajemen Chelsea resmi memecat Liam Rosenior dari kursi pelatih kepala pada Kamis, 23 April 2026, menyusul performa buruk tim yang terus merosot. Keputusan ini diambil setelah The Blues menelan lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik, termasuk kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari Brighton.
Hingga pekan ke-34 Premier League musim 2025/2026, Chelsea tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 48 poin. Dilansir dari Bola, jabatan pelatih kini diamanatkan sementara kepada Calum McFarlane sebagai pelaksana tugas atau caretaker.
Statistik menunjukkan performa Chelsea di bawah Rosenior sangat mengkhawatirkan dengan tingkat kemenangan hanya sebesar 48 persen. Angka ini menempatkan dirinya sebagai pelatih dengan catatan terburuk kedua dari enam manajer terakhir Chelsea, hanya berada di atas Graham Potter yang mencatat 39 persen.
"Tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan," kata Liam Rosenior, Mantan Pelatih Chelsea saat memberikan kritik tajam kepada para pemainnya sesaat sebelum meninggalkan Stamford Bridge. Rosenior menyoroti kurangnya komitmen skuad yang kalah dalam 80 persen duel saat melawan Brighton.
Data dari Planetfootball mengungkapkan bahwa Chelsea juga mencatatkan nilai harapan gol atau xG terendah musim ini sebesar 0,04 pada babak pertama kontra Brighton. Rentetan hasil negatif ini tercatat sebagai periode terburuk klub dalam 114 tahun terakhir, atau sejak musim 1912-1913.
Selain masalah produktivitas, aspek fisik pemain juga menjadi sorotan tajam karena Chelsea selalu kalah dalam kecepatan lari dibandingkan lawan di setiap laga musim ini. Padahal, Chelsea tercatat sebagai klub dengan pengeluaran bersih tertinggi ketiga di dunia dalam lima tahun terakhir untuk belanja pemain.
Rosenior sedianya memiliki kontrak jangka panjang hingga tahun 2032 sebelum akhirnya diputus di tengah jalan oleh pihak klub. Fokus manajemen Chelsea kini beralih pada pembenahan internal bersama Calum McFarlane untuk menyelesaikan sisa pertandingan musim ini.