Persaingan pasar mobil listrik kompak di Indonesia diprediksi akan memanas seiring rencana peluncuran Chery QQ EV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang dijadwalkan berlangsung Juli 2026 mendatang. Kendaraan listrik terbaru ini diproyeksikan menjadi pesaing utama BYD Atto 1 yang saat ini mendominasi segmen harga Rp200 jutaan.
Dilansir dari Medcom, Chery QQ EV menawarkan keunggulan pada aspek daya jelajah dengan jarak tempuh mencapai 420 km dalam sekali pengisian daya. Spesifikasi ini melampaui kemampuan BYD Atto 1 varian standar yang saat ini beredar di pasar Indonesia dengan jangkauan 380 km.
Dari sisi dimensi, Chery QQ EV juga tampil lebih bongsor dengan panjang 4.195 mm dan wheelbase 2.700 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang kaki yang lebih lapang serta visibilitas penumpang belakang yang diklaim lebih baik dibandingkan kompetitornya di kelas yang sama.
Meskipun demikian, BYD dilaporkan telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkenalkan versi terbaru Atto 1 yang mampu menempuh jarak hingga 500 km pada Beijing Auto Show 2026. Kehadiran varian baru ini berpotensi mengimbangi dominasi fitur yang dibawa oleh Chery di pasar domestik.
Hingga saat ini, BYD Atto 1 masih memiliki keunggulan pada pengalaman berkendara yang telah teruji serta dukungan sistem pengisian baterai cepat (fast charging) hingga 40 kW. Faktor harga jual yang kompetitif di angka Rp200 jutaan kecil menjadi daya tarik utama bagi konsumen otomotif di tanah air.
Keberhasilan Chery QQ EV untuk menggeser posisi lawan nantinya akan sangat bergantung pada penetapan harga saat peluncuran resmi. Jika Chery mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan spesifikasi baterai lebih besar, maka peta persaingan mobil listrik murah di Indonesia dapat berubah secara signifikan.