Pembalap muda asal Italia, Kimi Antonelli, berhasil mencetak kemenangan pertamanya di ajang F1. Keberhasilan ini diraih setelah penampilannya yang memukau di balapan F1 GP China yang berlangsung di Shanghai pada Minggu, 15 Maret 2026.
Antonelli mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pembalap termuda kedua yang berhasil memenangkan balapan F1, selisih usia dengan Max Verstappen.
Sepanjang balapan, Kimi Antonelli menunjukkan ketenangan dan berhasil mengonversi pole position yang diraihnya menjadi sebuah kemenangan. Selain itu, pembalap muda tersebut juga berhasil mencatatkan fastest lap.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Jujur saja, saya hampir menangis. Terima kasih banyak kepada tim karena mereka membantu saya mewujudkan mimpi ini," ungkap Kimi Antonelli.
"Saya sangat senang. Kemarin saya mengatakan bahwa saya benar-benar ingin membawa Italia kembali ke puncak, dan hari ini kami berhasil," tambahnya.
Pelajaran dari Kesalahan Kecil
Pembalap asal Italia itu mengaku sempat merasa seperti terkena serangan jantung akibat kesalahan kecil menjelang akhir lomba.
“Saya sempat memberi diri saya sedikit serangan jantung di akhir balapan karena ban sudah kehabisan angin. Tapi secara keseluruhan itu balapan yang bagus,” ungkap Kimi Antonelli.
Meskipun kesalahan tersebut tidak memberikan dampak besar pada hasil akhir, Antonelli mengaku mendapatkan pelajaran penting. Menurutnya, seorang pembalap tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun, bahkan ketika sedang memimpin dengan nyaman.
"Salah satu pelajaran terbesar adalah jangan pernah terlalu santai. Hari ini semuanya berjalan baik, tapi bisa saja hasilnya berbeda," Antonelli menuturkan.
"Saya harus tetap fokus karena di akhir balapan saya membuka peluang untuk kesalahan, dan kesalahan itu benar-benar terjadi," tambahnya.
Antonelli juga menyebut kondisi cuaca dingin di Shanghai membuat manajemen ban menjadi tantangan tersendiri. "Balapan hari ini cukup dingin, jadi ini pelajaran bagus untuk memahami cara terbaik menjaga ban tetap berada di jendela performa yang tepat,” jelasnya.