Nama Alessandro Bastoni menjadi sorotan menjelang pertemuan Inter Milan dengan AS Roma dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026 pada Senin (06/04/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi penampilan perdana sang bek setelah insiden kartu merahnya bersama Timnas Italia.
Seperti dilansir dari Bola, Bastoni mendapat kartu merah saat Italia menghadapi Bosnia, yang berujung pada kegagalan Gli Azzurri melaju ke Piala Dunia 2026. Akibatnya, ia menjadi 'kambing hitam' atas kegagalan timnas, memicu gelombang kritik dari seluruh penjuru Italia.
Meski demikian, Cristian Chivu, pelatih Inter Milan, memberikan pembelaan kuat. Chivu justru memuji dedikasi Bastoni yang rela bermain untuk Timnas Italia meskipun berangkat dari markas Inter dalam kondisi cedera dan menggunakan kruk.
"Saya meninggalkannya dengan kruk dan kemudian menemukannya di lapangan bersama tim nasional tiga hari kemudian. Para pemain ini selalu mempertaruhkan segalanya, mereka menerima setiap kritik meskipun mengalami kesulitan," ungkap Chivu.
Kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026 terjadi setelah kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia pada babak playoff 31 Maret. Dalam laga tersebut, Italia sempat unggul melalui Moise Kean, namun kartu merah Bastoni mengubah jalannya pertandingan sebelum akhirnya disamakan dan kalah dalam adu penalti.
Di tengah badai kritik, Chivu menegaskan bahwa seluruh elemen tim Inter Milan memberikan dukungan penuh kepada Bastoni. "Dalam sepak bola, yang terpenting adalah rasa hormat dari rekan satu tim, kerja keras, dan siapa diri Anda sebagai manusia," tutur Chivu.
Ia menambahkan bahwa Bastoni sangat menyesali kejadian tersebut, namun merasa lega dan senang karena mendapatkan dukungan dari rekan-rekan setimnya, baik di Timnas Italia maupun di Inter Milan. Dukungan ini dianggap vital bagi Bastoni.
Bastoni, menurut Chivu, telah menunjukkan kemampuannya untuk mewakili negara dan mewujudkan mimpinya serta harapan rakyat Italia. Ia tetap bersedia bermain meskipun kondisi fisiknya kurang optimal.
"Dari seorang olahragawan yang memahami dinamika ini dan tahu apa artinya sepuluh hari menggunakan kruk, itu sangat berarti. Ia mempertaruhkan segalanya dan bertanggung jawab," kata Chivu.
"Yang terpenting kemudian adalah apa yang Anda terima, cinta dan penghargaan dari rekan satu tim Anda, yang tahu bahwa meskipun tidak dalam kondisi optimal, Anda tetap hadir," lanjut pelatih Inter tersebut.
Waspada Menghadapi Kekuatan AS Roma
Menjelang pertandingan penting melawan AS Roma, Cristian Chivu menyampaikan rasa hormat dan kewaspadaan terhadap mantan klub yang pernah ia bela sebagai pemain. "Kita tahu kekuatan tim ini dan pelatih mereka yang dalam waktu singkat telah membangun identitasnya di luar dugaan," ungkap Chivu.
Chivu menekankan pentingnya bagi Inter untuk menemukan kembali keyakinan dan intensitas dalam bermain. Ia juga mengingatkan timnya untuk siap menghadapi segala yang ditawarkan oleh AS Roma di lapangan.