Daniele De Rossi kembali menjadi sorotan usai laga Genoa melawan AS Roma, klub yang membesarkan namanya. Sebagai pelatih, De Rossi berusaha profesional dan mengesampingkan sentimen pribadi.
Roma memiliki tempat istimewa di hati De Rossi. Pengalaman sebagai penggemar, pemain akademi, kapten tim, hingga kini sebagai pelatih, semuanya terkait erat dengan klub ibu kota Italia tersebut. Meski demikian, ia harus fokus pada tugasnya bersama Genoa.
“Kembali ke Olimpico sebagai pelatih tim tandang terasa berbeda. Tempat itu selalu ada di hati saya, tetapi saya belajar mengesampingkan masa lalu agar bisa bekerja dengan baik,” tutur De Rossi kepada Sky Sport Italia.
Atmosfer di Genoa memberikan energi positif bagi De Rossi. Ia memuji dukungan luar biasa dari suporter Rossoblù yang membuatnya merasa seperti di rumah sendiri.
De Rossi membuat beberapa keputusan taktik yang mengejutkan dalam laga ini. Ruslan Malinovskyi, Vitinha, dan Lorenzo Colombo memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia justru memberikan kesempatan kepada duet penyerang muda, Jeff Ekhator dan Caleb Ekuban, sebagai starter.
De Rossi menjelaskan bahwa kedua penyerang muda tersebut memiliki keunggulan dalam kecepatan dan pergerakan di ruang kosong. Hal ini dianggap penting untuk menghadapi gaya agresif Roma.
“Mereka bisa berlari ke ruang kosong, mereka adalah penyerang murni yang suka menyusup di belakang bek. Roma bermain dengan gaya agresif, jadi kami harus seimbang, terorganisir, dan siap menembus pertahanan mereka,” jelas De Rossi.
Kembalinya Stefano Sabelli dan Patrizio Masini ke starting XI juga merupakan bagian dari strategi De Rossi. Langkah ini memunculkan spekulasi mengenai usahanya untuk mengecoh Gian Piero Gasperini.
“Gasperini bukan pelatih yang mudah dibingungkan, ia sudah melakukan ini sepanjang hidupnya dan tahu cara menghadapi berbagai tim. Saya memilih susunan pemain ini karena merekalah yang bisa menjalankan pendekatan yang saya inginkan untuk pertandingan ini. Strategi kali ini akan sangat berbeda dibandingkan saat melawan Torino, jadi kami membutuhkan karakteristik berbeda untuk dijadikan senjata,” tambah De Rossi.
Suporter Genoa Jadi Kekuatan Tambahan
De Rossi juga menyoroti peran suporter Genoa sebagai sumber kekuatan tambahan. Dukungan dari tribun di Marassi membangkitkan semangat tim, terutama saat menghadapi lawan berat seperti mantan klubnya.
“Kelebihan besar dari suporter Genoa adalah mereka membuat Anda merasa di rumah sendiri, hasrat dan semangat mereka sungguh luar biasa,” kata De Rossi.
Pertandingan Genoa melawan AS Roma menjadi momen emosional bagi De Rossi dan para penggemar kedua tim. Laga ini menjadi ujian bagi kemampuan taktis De Rossi dalam menyeimbangkan emosi dan profesionalisme sebagai pelatih.