Manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menuntut para pemainnya untuk mengubah mentalitas negatif guna menyelamatkan klub dari ancaman degradasi menjelang laga melawan Aston Villa pada akhir pekan ini di bulan Mei 2026. Spurs saat ini tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara Premier League.
Klub asal London Utara tersebut kini hanya menyisakan empat pertandingan terakhir untuk bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Sebagaimana dilansir dari Bola, Tottenham saat ini terpaut dua poin dari West Ham United yang menempati batas aman di posisi ke-17.
Dalam konferensi pers jelang lawatan ke Villa Park, De Zerbi meluapkan rasa frustrasinya terhadap atmosfer pesimistis yang menyelimuti tim. Ia menegaskan bahwa budaya mengeluh menjadi hambatan terbesar skuadnya untuk meraih hasil maksimal di sisa musim 2025/2026.
"Itu semua sampah! Seolah-olah kita sudah menangis dan sudah terdegradasi. Padahal belum. Kita harus mati-matian di lapangan," kata Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur. Ia menambahkan bahwa para pecundang selalu berpikiran negatif dan ia tidak menginginkan mentalitas seperti itu di sekitarnya.
Krisis di tubuh Spurs diperparah dengan badai cedera yang menimpa sejumlah pemain pilar. Nama-nama seperti Xavi Simons yang mengalami cedera ACL, Dominic Solanke, Guglielmo Vicario, hingga James Maddison dilaporkan masuk dalam daftar absensi tim dalam beberapa laga terakhir.
Meski demikian, De Zerbi menolak menjadikan faktor cedera dan fasilitas latihan sebagai alasan kegagalan tim. Ia menekankan bahwa Tottenham tetap memiliki kualitas untuk memenangkan pertandingan, termasuk saat menghadapi tim peringkat kelima, Aston Villa.
Harapan muncul seiring kabar kembalinya James Maddison yang mulai masuk dalam daftar pemain cadangan. Playmaker Timnas Inggris tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh signifikan untuk membantu tim mengumpulkan poin dalam empat laga penentuan.
Tottenham Hotspur memiliki jadwal krusial menghadapi Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton. Kemenangan dalam laga-laga tersebut menjadi wajib demi menghindari degradasi pertama mereka sejak tahun 1977 silam.