Dean James secara mendadak batal membela Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026. Padahal, laga melawan St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (27/3/2026) sudah di depan mata.
Kabar ini cukup mengejutkan karena Dean James sebelumnya termasuk dalam 24 pemain skuad final Timnas Indonesia untuk FIFA Series.
Pemain yang bermain untuk klub Belanda, Go Ahead Eagles, ini juga tengah menghadapi polemik terkait paspor dan izin kerjanya di Belanda yang dipermasalahkan oleh NAC Breda.
Muncul dugaan bahwa persoalan administrasi yang dilaporkan NAC Breda menjadi penyebab gagalnya Dean James memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, media Belanda, De Stentor, memberitakan bahwa Dean James sedang sakit dan itu menjadi alasannya batal membela skuad Garuda.
"Menurut informasi dari Go Ahead Eagles, Dean James sakit dan tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan Timnas Indonesia. Momen yang luar biasa, mengingat kehebohan besar seputar namanya minggu lalu," tulis De Stentor via Voetbal Primeur.
NAC Breda mempersoalkan Dean James terkait hasil pertandingan pekan ke-27 Eredivisie 2025/2026. Saat itu, NAC Breda dihajar Go Ahead Eagles dengan skor 6-0 di De Adelaarshorst, Deventer, pada Minggu (15/3/2026).
NAC Breda kemudian mengajukan permohonan agar pertandingan tersebut dinyatakan tidak sah, serta membuka kemungkinan agar laga bisa dijadwalkan ulang.
Kasus ini berkaitan dengan perubahan kewarganegaraan yang dilakukan Dean James pada Maret 2025. Saat itu, dia mengambil status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat membela Timnas Indonesia.
"Sejak itu diketahui bahwa James tidak berangkat ke Indonesia minggu ini," lanjut pemberitaan De Stentor.
Penjelasan dari Ketua BTN
Konfirmasi mengenai pencoretan Dean James disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji. Ia menyatakan bahwa hanya 23 pemain yang akan dibawa Timnas Indonesia ke FIFA Series 2026.
"Jadi ini semua malam ini para pemain Timnas sudah datang. Kalau Dean James memang ini, kami batalkan, karena kan memang hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan,” kata Sumardji.
"Jadi karena itu yang kami panggil 24. Nah karena hanya 23 itu yang bisa didaftarkan, maka satu pemain kami coret," lanjutnya.
Sumardji juga menjelaskan bahwa alasan pencoretan James murni karena kuota pemain yang terbatas, yakni hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan ke skuad final Timnas Indonesia.
“Nah, kalau hanya tersisa satu orang terus disuruh di tribune, mental pemain jadi enggak bagus juga,” ujarnya.
“Iya, saya juga yang memberikan saran masukan ke John Herdman, karena kan kami memanggil cuma 24 pemain. Nah kalau manggil 24 orang, 23 kita daftarkan semua ya secara otomatis menyisakan satu orang. Kalau satu orang itu ya, lebih baik tidak usah dipanggil saya bilang begitu,” tandas Sumardji.