Kecintaan Dharma Raj pada hoki bermula sejak usia dini, membawanya dari seorang anak kecil hingga menjadi pelatih Timnas Hoki Indonesia. Bola.com berkesempatan mewawancarai sosok asal Malaysia ini terkait perjalanannya di dunia hoki.
Fokus utama Dharma Raj saat ini adalah mempersiapkan Timnas Hoki Indonesia untuk Asian Games 2026, di mana Indonesia harus melalui babak kualifikasi.
"Kami sekarang persiapan untuk ke Asian Games di mana Indonesia harus lolos dalam kualifikasi. Makanya kami sudah mulai latihan hampir tiga minggu," kata Dharma Raj.
Menurutnya, tim putra dan putri sama-sama harus berjuang dari fase kualifikasi, berbeda dengan Malaysia yang sudah lolos otomatis.
Dharma Raj menuturkan bahwa di Indonesia dan Malaysia, bulutangkis dan sepak bola sangat populer. Namun, ia justru jatuh hati pada hoki sejak usia belia.
"Memang benar bulutangkis itu olahraga populer karena menang medali di Olimpiade. Tapi hoki itu yang mempunyai paling banyak atlet Olimpiade dan salah satunya adalah saya," katanya.
Ia bahkan tergabung dalam grup WhatsApp mantan atlet Olimpiade Malaysia yang sebagian besar berasal dari cabang hoki.
"Dari umur delapan tahun saya sudah minat hoki. Tahun 1977 kelas 2 SD saya sudah main hoki. Makanya saat saya datang ke Indonesia, saya kaget orang mulai bermain hoki di umur belasan tahun," tutur Dharma Raj.
Dharma Raj menyoroti keseriusan Malaysia dalam membangun fondasi hoki sejak puluhan tahun lalu. Hampir setiap negeri memiliki sekolah olahraga dengan fasilitas lengkap, termasuk lapangan karpet standar internasional.
"Di sekolah olahraga negeri itu mereka mempunyai lapangan karpet. Di Indonesia yang sebegitu besar negaranya cuma mempunyai empat lapangan karpet. Kalau di Malaysia, setiap sekolah olahraga mempunyai lapangan karpet di dalam sekolahnya," jelasnya.
Menurut Dharma Raj, hoki sudah menjadi olahraga istimewa di Malaysia sejak era 1950-an karena konsistensi mereka lolos ke Olimpiade.
"Hoki itu salah satu olahraga yang Malaysia sering lolos ke Olimpiade. Gara-gara itu dianggap olahraga istimewa karena sering ke Olimpiade," ungkapnya.
"Di sekolah saya mempunyai banyak mantan pemain timnas yang mewakili sampai Olimpiade. Karena di sekolah, guru yang mengenalkan olahraga ini dan membuat orang seperti saya mulai minat ke hoki," imbuh dia.
Kini, Dharma Raj menghadapi tantangan berbeda bersama Timnas Hoki Indonesia. Ia mengakui perkembangan hoki Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Malaysia.
"Kalau dibandingkan Indonesia sama Malaysia itu sepertinya langit dan bumi ya olahraga hokinya. Sangat populer di sana," ucapnya.
Namun, tantangan itulah yang memotivasinya. Dengan persiapan yang digeber sejak tiga pekan terakhir, ia berharap Timnas Hoki Indonesia mampu menembus kualifikasi dan tampil di Asian Games.
Bagi Dharma Raj, membangun hoki bukan sekadar soal prestasi jangka pendek, melainkan menciptakan budaya dan sistem pembinaan yang kuat sejak usia dini.