Dharma Raj: Mimpi Bawa Jadi Pelatih Hoki Timnas Indonesia

Perjalanan karier Dharma Raj dari dunia usaha hingga menjadi pelatih Timnas Hoki Indonesia berawal dari sebuah mimpi.

Perjalanan karier Dharma Raj, pelatih Timnas Hoki Indonesia, terbilang unik karena berawal dari mimpi yang mengubah jalan hidupnya. Keputusan pria asal Malaysia itu terjun ke dunia kepelatihan mengantarkannya pada berbagai tantangan.

Bola.com berkesempatan mewawancarai Dharma Raj dan mendapatkan cerita tentang awal mula ia meninggalkan dunia usaha demi menjadi pelatih, hingga meraih sukses bersama Kuala Lumpur Hockey Club (KLHC).

Dharma Raj mengaku sempat mengakhiri kariernya sebagai pemain setelah tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Ia memilih berhenti bermain di usia yang relatif muda karena ingin mencari pekerjaan yang bagus dan fokus mencari uang.

Kegagalan meraih prestasi tertinggi bersama Timnas Hoki Malaysia di ajang besar seperti Asian Games dan Olimpiade juga memengaruhi keputusannya. Ia merasa ambisinya untuk membawa Malaysia meraih hasil maksimal sulit terwujud.

"Selepas Olimpiade itu ya tahun 1994 saya masih muda, tetapi sudah tidak mau main. Saya ingin mencari uang, mau pekerjaan yang bagus. Fokus saya sudah berbeda waktu itu," kata Dharma Raj.

Ia menambahkan bahwa saat itu dirinya merupakan seorang kontraktor dengan usaha yang cukup bagus.

Mimpi yang Mengubah Segalanya

Suatu malam, Dharma Raj bermimpi tentang hoki. Dalam mimpinya, ia merasa belum menuntaskan urusannya dengan olahraga tersebut.

"Dalam mimpi saya diberitahu, saya bisa menjadi pelatih terkenal di dunia dan bangun pagi saya memberitahu ke istri, saya sudah enggak mau usaha kerja kantor lagi. Mereka pikirkan saya sudah jadi gila kah," ucapnya.

Sebelum menjadi pelatih papan atas, Dharma Raj memulai kariernya di level klub dengan menangani KLHC. Bersama klub tersebut, ia mencatatkan rekor delapan gelar juara Liga Hoki Malaysia secara beruntun dari 2001 hingga 2009.

"Setelah menjadi juara delapan tahun beruntun orang bilang karena klubnya kaya, punya pemain hebat, banyak pemain timnas, pemain impor hebat itu membuat saya kecewa karena saya sudah menang back-to-back orang omongnya seperti itu," ujarnya.

Turun ke Pembinaan, Buktikan Kualitas

Merasa belum puas, Dharma Raj turun ke level pembinaan dan menangani tim Kuala Lumpur U-16. Pada tahun pertama, timnya finis di posisi ketiga, tetapi kemudian berhasil menjadi juara nasional U-16 selama lima tahun berturut-turut.

Menurutnya, rekor tersebut belum terpecahkan hingga kini. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya karena pemain bintang, tetapi juga sistem dan pendekatan kepelatihan yang matang.

"Di tahun pertama U-16 dapat nomor tiga. Tahun kedua sampai tahun keenam back-to-back lima tahun saya juara. Rekor saya rasa sampai hari ini belum ada orang yang bisa pecah rekor itu. Itu namanya kejuaraan nasional U-16 dan U-14," pungkasnya.

Recommended