Paul Dickov, mantan penyerang Arsenal, menyarankan agar Mikel Arteta memainkan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak saat melawan Manchester City. Pertandingan final Carabao Cup ini akan berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu (22/03/2026) dini hari WIB.
Arsenal bertekad mengakhiri puasa gelar dengan menghadapi Manchester City. Terakhir kali The Gunners meraih trofi mayor adalah pada Piala FA 2019/2020, enam tahun silam.
Di ajang Carabao Cup, terakhir kali Arsenal menjadi juara adalah pada musim 1992/1993.
Kemenangan atas The Citizens akan memberikan tekanan lebih besar bagi sang rival, terutama dalam perburuan gelar juara Premier League 2025/2026. Saat ini, Arsenal memimpin klasemen sementara dengan 70 poin, unggul sembilan angka dari City.
Mikel Arteta menghadapi sejumlah keputusan sulit dalam menentukan susunan pemain inti saat melawan Manchester City. Salah satunya adalah memilih antara Kepa Arrizabalaga, kiper spesialis piala, atau David Raya, yang sedang dalam performa terbaiknya.
Di lini depan, Arteta juga dihadapkan pada dilema serupa. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia kerap melakukan rotasi antara Kai Havertz dan Viktor Gyokeres.
Havertz memang menjadi penentu kemenangan Arsenal di final dengan gol injury time. Akan tetapi, Paul Dickov menilai bahwa Gyokeres berpotensi menjadi ancaman yang lebih berbahaya bagi lini belakang City.
Gyokeres Dinilai Lebih Merepotkan
Menurut Dickov, Havertz dan Gyokeres memiliki karakteristik yang berbeda. Havertz dianggap sebagai false nine yang cerdas dalam mencari ruang di antara lini tengah dan bek lawan.
Sebaliknya, Viktor Gyokeres unggul dalam melakukan lari di belakang garis pertahanan dan membuka ruang di sisi lapangan. Gaya bermain seperti ini dinilai dapat merepotkan City yang sering menerapkan garis pertahanan tinggi.
"Man City memainkan garis pertahanan tinggi. Havertz memang sangat bagus, tetapi dia bukan tipe pemain yang sering berlari ke ruang kosong di belakang bek. Gyökeres justru sebaliknya, dan itu bisa menjadi masalah besar bagi mereka," ujar Dickov.
"Namun, Viktor Gyokeres justru senang berlari membuka ruang di sisi lapangan dan menusuk ke belakang garis pertahanan. Jika ada kritik terhadap City, itu adalah penggunaan garis pertahanan tinggi mereka yang terkadang membuat lawan cukup mudah menembus ke belakang barisan bek," lanjutnya.
Bintang Muda Arsenal Jadi Sorotan
Seruan agar Max Dowman, pemain muda sensasional Arsenal, mendapatkan lebih banyak waktu bermain juga semakin meningkat. Penampilan singkatnya saat melawan Everton pekan lalu meninggalkan kesan yang mendalam.
Akan tetapi, Dickov memperkirakan bahwa Arteta tidak akan terburu-buru. Ia menilai bahwa manajer asal Spanyol tersebut akan berhati-hati dalam mengelola perkembangan pemain berusia 16 tahun tersebut agar tidak tertekan oleh ekspektasi yang berlebihan.
"Dia jelas merupakan talenta yang luar biasa. Mungkin salah satu bakat terbaik yang dimiliki Inggris pada usia tersebut sejak kemunculan Phil Foden," ujar Paul Dickov.
"Dia anak yang sangat berbakat, tetapi menurut saya kita juga harus sangat, sangat berhati-hati. Momen dia mencetak gol pada akhir pekan lalu memang luar biasa, namun kita harus memastikan hal itu tidak dibesar-besarkan secara berlebihan," lanjutnya.