Penampilan gemilang Dony Tri Pamungkas saat Timnas Indonesia melibas Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026), memunculkan pertanyaan besar bagi pelatih John Herdman. Pemain muda ini menjadi salah satu sorotan utama, berkat kontribusinya dalam kemenangan telak 4-0 tersebut.
Dony Tri Pamungkas, yang berposisi sebagai bek sayap kiri, dipercaya tampil sebagai starter oleh Herdman, sebuah keputusan yang awalnya menimbulkan tanda tanya. Namun, pemain milik Persija Jakarta itu menjawab kepercayaan tersebut dengan performa solid, lugas, tenang, dan disiplin dalam menjaga lini belakang Garuda.
Seperti dilansir dari Bola, penampilan Dony Tri melawan Saint Kitts and Nevis membuka peluang besar baginya untuk kembali masuk ke dalam starting XI di partai final. Dalam skema tiga bek yang diterapkan Herdman, ia cukup menyatu bersama Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott, membuat pertahanan Indonesia kokoh sepanjang pertandingan.
Namun, laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria pada Senin (30/3/2026) akan menghadirkan tantangan berbeda. Bulgaria dikenal dengan reputasi kuat dan kualitas individu yang merata, menuntut Herdman untuk cermat dalam menentukan komposisi lini belakangnya.
Evaluasi Pengamat Sepak Bola Nasional
Pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, memberikan analisis menarik terkait performa Dony Tri dan skema tim. Ia menilai formasi 3-4-3 yang digunakan cukup efektif, namun berpotensi menyimpan risiko.
"Kemarin saya melihat formasi 3-4-3 cukup berani, meskipun lawannya memang berada di bawah Indonesia. Tapi yang saya lihat kemarin, setelah menit ke-70 memang agak keteteran tuh di lini belakang," ujar Anton Sanjoyo, yang juga menyoroti penurunan fisik Dony Tri di akhir pertandingan.
"Terutama Dony Tri Pamungkas yang bermain lugas sekali sejak menit pertama, memang sudah kelelahan di sekitar menit 80-an," tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, Anton Sanjoyo menyarankan agar posisi Dony Tri diubah menjadi bek sayap jika skema 3-4-3 kembali diterapkan. "Kalau bermain dengan pola 3-4-3 seperti kemarin, rasanya memang agak riskan. Harusnya Dony Tri digeser ke posisi bek sayap," katanya.
Sanjungan Kevin Diks dan Kewaspadaan Terhadap Bulgaria
Dukungan juga datang dari rekan setimnya, Kevin Diks. Diks melontarkan pujian untuk Elkan Baggott dan Dony Tri Pamungkas, menyebut keduanya tampil solid. "Saya rasa penampilan Dony Tri sangat solid. Memang selalu ada tantangan ketika pertama kali bermain bersama dalam sistem baru, tetapi menurut saya target kami tercapai," kata Kevin Diks, dikutip dari Bola.
Meski demikian, Diks mengingatkan bahwa Bulgaria bukan lawan yang mudah. Tim asal Eropa tersebut memiliki kekuatan fisik, kecepatan, dan organisasi permainan yang solid. "Mereka adalah tim yang sangat bagus, baik secara fisik maupun teknik. Mereka juga memiliki pemain-pemain individu yang berkualitas," ujarnya.