Penyerang Liverpool Hugo Ekitike dipastikan absen membela Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera putus tendon Achilles pada Selasa, 14 April 2026. Insiden tersebut terjadi tanpa benturan fisik saat ia memperkuat klubnya melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua perempat final Liga Champions.
Ekitike terjatuh saat berupaya mengubah arah lari dan segera menyadari ada masalah serius pada kaki bagian belakangnya. Dilansir dari Bola, cedera ini memaksa sang striker mengakhiri musim lebih cepat sekaligus mengubur ambisinya untuk tampil di turnamen akbar antarnegara musim panas mendatang.
Pengamat sepak bola Jamie O’Hara menilai robeknya tendon Achilles kini menjadi momok paling menakutkan bagi pemain profesional dibandingkan cedera ACL. Menurutnya, pemulihan bagian tubuh tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dan berisiko mengubah performa pemain secara permanen.
"Dengan ACL, Anda merasa teknologi bedah saat ini bisa membuat Anda kembali normal. Tapi jika Achilles Anda putus, jalan kembalinya sangat panjang," kata Jamie O’Hara, mantan gelandang Tottenham.
Spesialis pencegahan cedera Luke Anthony menjelaskan bahwa tendon Achilles merupakan penghubung otot betis ke tulang tumit yang berfungsi sebagai pegas utama untuk akselerasi. Saat melakukan sprint, beban yang diterima tendon tersebut bisa mencapai tiga hingga lima kali berat badan atlet.
Data dari spesialis kaki Pieter D’Hooghe mengungkapkan fakta bahwa 20 persen pemain sepak bola elite gagal kembali ke level performa terbaik mereka setelah cedera ini. Di cabang olahraga lain, tingkat kegagalan pemulihan bahkan mencapai 25 persen pada rugbi dan 35 persen pada American Football.
Proses pemulihan Ekitike diprediksi memakan waktu minimal enam hingga sembilan bulan melalui beberapa tahap intensif. Setelah tindakan operasi untuk mengembalikan kekuatan, pemain berusia 23 tahun itu harus menjalani fase imobilisasi selama 6-12 pekan tanpa boleh menapakkan kaki.
Tahapan selanjutnya mencakup restorasi gerak pada bulan ketiga hingga kelima dengan latihan beban ringan dan terapi di kolam renang. Memasuki bulan keenam, barulah atlet diperbolehkan menjalani latihan beban ledak seperti lompatan sebelum akhirnya diizinkan kembali merumput di lapangan hijau.
Gelandang AC Milan Ruben Loftus-Cheek yang pernah mengalami cedera serupa, mengakui tantangan terbesar adalah mengembalikan tenaga otot yang hilang. Ia menyebutkan butuh kesabaran ekstra karena proses kembalinya kebugaran dan ketajaman tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat.
Hugo Ekitike kini harus fokus sepenuhnya pada program rehabilitasi medis di bawah pengawasan tim dokter klub. Dukungan medis kelas dunia diharapkan mampu membantu pemain muda ini melewati masa sulit sebelum memulai debut kembali di musim depan.