Kedatangan kembali Elkan Baggott memberikan dampak positif bagi lini pertahanan Timnas Indonesia. Setelah absen cukup lama, bek bertinggi badan menjulang ini kembali memperkuat skuad Garuda, tepat sebelum dimulainya FIFA Series 2026.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini belakang Timnas Indonesia telah menunjukkan kekompakan yang solid, dengan trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner sebagai andalan utama.
Dengan kembalinya Baggott, pelatih John Herdman kini memiliki lebih banyak opsi untuk meracik strategi terbaik. Situasi ini membuka persaingan sehat di antara para pemain belakang.
Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di FIFA Series 2026 dengan menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 Maret. Di hari yang sama, Kepulauan Solomon akan melawan Bulgaria. Pemenang dari kedua laga ini akan bertemu di final pada 30 Maret.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, meyakini Baggott akan segera mendapatkan kesempatan bermain di bawah arahan John Herdman. "Elkan Baggott ini banyak yang merindukan. Dua tahun lamanya dia tidak bersama timnas sejak Piala Asia 2024 di Qatar," ungkap Ropan.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain menjadi faktor penting dalam kembalinya Baggott ke timnas. "Ketika John Herdman mengambil alih dari Patrick Kluivert, dia coba menghubungi Elkan Baggott. Ada pembicaraan dan Elkan tertarik. Apalagi Herdman juga berasal dari Inggris," lanjutnya.
Opsi Skema Taktik
Dengan bertambahnya pilihan di lini belakang, muncul pertanyaan mengenai formasi yang akan diterapkan oleh John Herdman. Apakah ia akan tetap menggunakan tiga bek, atau beralih ke formasi empat bek?
Ropan berpendapat bahwa kehadiran Baggott memberikan fleksibilitas taktik yang lebih besar. "Yang masih jadi tanda tanya, tapi bukan tidak mungkin Elkan Baggott akan bermain. Kita tidak bisa meragukan kualitasnya. Saya ingat saat melawan Argentina, dia tampil sangat bagus bersama Jordi Amat," jelasnya.
Ia menambahkan, formasi 3-4-3, 3-4-2-1, atau 4-4-2 bisa menjadi opsi yang realistis, tergantung pada kebutuhan tim di lapangan.
Lini Belakang Semakin Kompetitif
Keberadaan banyak bek berkualitas dianggap sebagai keuntungan bagi tim pelatih. Kondisi ini menciptakan persaingan sehat dan membuka ruang untuk eksperimen.
"Keberadaan Elkan Baggott membuat lini belakang kita semakin mewah. John Herdman tidak harus bergantung pada tiga bek yang sudah punya chemistry seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner," ujar Ropan.
Dengan dua pertandingan di FIFA Series, rotasi pemain sangat mungkin dilakukan. Jika berhasil mengalahkan Saint Kitts and Nevis, Indonesia akan melaju ke final menghadapi pemenang laga Bulgaria kontra Kepulauan Solomon.
Ropan juga melihat berbagai kemungkinan kombinasi di lini belakang. "Kalau tetap tiga bek, bukan tidak mungkin Elkan Baggott bermain bersama Rizky Ridho dan Jay Idzes," tuturnya.
"Kalau empat bek, bisa saja Jay Idzes dan Elkan Baggott jadi duet menara kembar. Bahkan Kevin Diks juga bisa masuk dalam kombinasi itu," lanjutnya.
Dengan banyaknya opsi yang tersedia, keputusan akhir berada di tangan John Herdman. Kembalinya Elkan Baggott memberikan dimensi baru bagi lini pertahanan Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026.