Penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero, dijadwalkan mengawal gawang Cremonese dalam pertandingan pekan ke-35 Serie A 2025/2026 melawan Lazio di Stadio Giovanni Zini, Cremona, pada Senin (4/5/2026) malam WIB. Laga ini diprediksi menjadi penampilan ke-31 bagi sang kiper sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Hingga memasuki giornatta ke-35, Audero tercatat telah bermain sebanyak 30 kali untuk klub berjuluk Grigiorossi tersebut. Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, pemain berusia 29 tahun ini sudah mengantongi sembilan catatan nirbobol meski gawangnya telah kemasukan sebanyak 44 kali.
Statistik individu menunjukkan performa impresif Audero yang menempatkannya sebagai salah satu penjaga gawang papan atas di Liga Italia musim ini. Merujuk data Kickest, kiper kelahiran Mataram tersebut memimpin daftar penyelamatan terbanyak di Serie A dengan total 120 aksi penyelamatan.
Pencapaian tersebut selaras dengan penilaian Stat Muse yang menempatkan Audero di posisi ketujuh dalam daftar kiper dengan rating tertinggi. Mantan pemain Juventus dan Inter Milan tersebut meraih rata-rata nilai performa sebesar 6,93 di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Keunggulan Audero juga terlihat dalam kemampuannya mematahkan serangan lawan melalui titik putih. Musim ini, ia menjadi kiper terbaik kedua dalam menggagalkan tendangan penalti dengan catatan dua kali menyelamatkan gawang Cremonese dari eksekusi lawan.
Dalam hal koleksi nirbobol, Audero menempati jajaran sepuluh besar kiper terbaik Serie A 2025/2026. Catatan sembilan clean sheet miliknya bahkan melampaui raihan penjaga gawang Fiorentina, David de Gea, yang menunjukkan konsistensinya di bawah mistar gawang.
Kehadiran Audero sangat dibutuhkan Cremonese yang tengah berupaya keras keluar dari zona degradasi. Saat ini, tim asuhan Davide Ballardini tersebut baru mengoleksi 28 poin dari 34 pertandingan, dengan rincian enam kemenangan, sepuluh hasil imbang, dan 18 kekalahan.
Di sisi lain, Lazio datang ke Cremona dengan tren positif setelah tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir di berbagai kompetisi. Tim tamu membawa modal dua kemenangan dan satu hasil imbang saat bersiap menguji ketangguhan lini pertahanan tuan rumah.
Meskipun Lazio berada di posisi kedelapan klasemen dengan 48 poin, mereka tidak memiliki penyerang yang sangat dominan musim ini. Sejumlah pemain seperti Tijjani Noslin, Pedro, Gustav Isakse, Matteo Cancellieri, hingga Mattia Zaccagni masing-masing baru mencatatkan empat gol di liga domestik.