Dua pemain Timnas Indonesia, Emil Audero dan Jay Idzes, berhasil mencuri perhatian di Serie A Liga Italia musim ini berkat kontribusi penting mereka bagi klub masing-masing.
Emil Audero menjadi andalan di bawah mistar gawang Cremonese. Kiper berusia 29 tahun ini tampil konsisten meski timnya sering mendapat tekanan dari lawan.
Statistik penyelamatan yang dicatatkan Audero membuktikan bahwa ia adalah fondasi penting bagi Cremonese dalam usaha mereka untuk bertahan di papan bawah klasemen.
Jay Idzes menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern bersama Sassuolo. Ia hampir selalu bermain di setiap pertandingan musim ini dan menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan.
Penampilan stabil Idzes membantu Sassuolo bersaing di papan tengah dan membuka peluang untuk menembus zona Eropa.
Audero harus berjuang keras di setiap pertandingan untuk menahan gempuran serangan lawan. Sementara itu, Idzes berperan sebagai pengatur ritme pertahanan dalam tim yang mulai menemukan konsistensi.
Performa Audero dan Idzes mencerminkan kemajuan pemain Indonesia di level tertinggi sepak bola Eropa. Konsistensi mereka mengirimkan pesan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing dan menjadi pembeda di panggung yang lebih besar.
Emil Audero menjadi salah satu pemain yang paling aktif di Serie A musim ini. Hingga pekan ke-27, ia tercatat sebagai penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak di liga tersebut.
Menurut data WhoScored, Audero telah mencatatkan 99 penyelamatan dalam 23 penampilan bersama Cremonese.
Dua laga terakhir Cremonese memberikan gambaran jelas mengenai perjalanan musim mereka. Mereka kalah 0-3 dari AS Roma dan 0-2 dari AC Milan.
Meski kebobolan lima gol dalam dua laga tersebut, Audero tetap menunjukkan performa yang baik. Saat melawan Roma, ia melakukan dua penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih buruk. Saat menghadapi Milan, ia mencatatkan empat penyelamatan, termasuk menggagalkan peluang emas dari jarak dekat.
Sepanjang musim, Audero hampir tidak pernah mendapatkan waktu istirahat di bawah mistar gawang. Ia seringkali harus berjuang melawan serangan bertubi-tubi dari lawan.
Hingga pekan ke-27, Cremonese baru kebobolan 38 gol, lebih baik dari Torino yang berada di posisi ke-14 dengan 47 gol kebobolan.
Performa Mengesankan Jay Idzes
Jay Idzes terus menunjukkan performa mengesankan bersama Sassuolo. Hingga pekan ke-27, ketangguhannya di lini pertahanan membantu Sassuolo berada di posisi kesembilan klasemen.
Dari 27 pertandingan yang sudah dilakoni Sassuolo musim ini, Idzes telah berpartisipasi dalam 26 pertandingan. Ia hanya absen satu kali karena berstatus pemain baru di awal musim.
Sejak debutnya melawan Cremonese pada 29 Agustus 2025, Idzes langsung menjadi pilihan utama di lini belakang Sassuolo. Ia telah menjadi salah satu pilar penting dalam skuad Sassuolo berkat penampilan solid dan disiplin di lapangan.
Menurut FootMob, Idzes telah mencatatkan 140 sapuan bersih (clearance) selama musim ini. Angka tersebut menempatkannya di 10 besar bek Serie A dengan jumlah sapuan terbanyak.
Selain andal dalam menghalau bola, Idzes juga efektif dalam duel satu lawan satu. Ia mencatatkan 21 tekel sukses dan 34 intersep.
Duet Idzes dengan Tarik Muharemović menjadi salah satu kombinasi bek tengah yang paling solid di Serie A. Dari 27 pertandingan, Sassuolo hanya kebobolan 36 gol.