Emil Audero Perjuangkan Nasib Cremonese dari Ancaman Degradasi Serie A

Penjaga gawang Emil Audero menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di Cremonese saat berjuang menghindari zona degradasi Serie A musim 2025/2026.

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, berupaya keras mengamankan posisi Cremonese dari ancaman degradasi Serie A pada pekan ke-33 yang berlangsung Kamis (23/4/2026). Emil saat ini memegang peran krusial sebagai pemain yang paling diandalkan di skuad tersebut.

Dilansir dari Bola, pemain kelahiran Mataram ini tercatat telah tampil sebanyak 29 kali sepanjang musim 2025/2026. Dari total penampilan tersebut, Emil mengumpulkan 2.610 menit bermain yang menjadikannya pemain dengan durasi merumput terlama di klub.

Statistik menunjukkan bahwa kiper berusia 28 tahun itu telah mencatatkan sembilan kali nirbobol (clean sheet) meskipun gawangnya tercatat kebobolan 40 kali. Angka ini menempatkan dirinya di peringkat ke-11 dalam daftar kiper dengan nirbobol terbanyak di liga.

Kondisi Cremonese saat ini masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Perolehan angka tersebut sama dengan milik Lecce yang berada di zona merah degradasi, sehingga posisi tim masih belum aman.

Performa Emil pada musim ini dianggap sebagai kebangkitan karier setelah sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan menit bermain di klub lain. Pada musim 2023/2024, ia hanya tampil empat kali saat membela Inter Milan sebelum akhirnya dipinjamkan ke beberapa klub.

Status Emil di Cremonese merupakan pemain pinjaman yang masa kontraknya akan berakhir pada penutupan musim ini. Setelah masa peminjaman usai, ia dijadwalkan akan kembali ke klub asalnya untuk menentukan kelanjutan masa depannya.

Cremonese menyisakan lima pertandingan terakhir yang cukup berat untuk menentukan nasib mereka di kasta tertinggi Italia. Pada pekan ke-34, tim asuhan tersebut dijadwalkan bertandang ke markas Napoli yang saat ini menghuni peringkat tiga klasemen.

Ujian terakhir bagi Emil Audero dan kolega akan terjadi pada pekan pamungkas saat menjamu Como 1907. Laga penutup tersebut sangat krusial mengingat Como merupakan tim yang saat ini berada di posisi kelima besar klasemen Serie A.

Recommended