Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan pentingnya peningkatan jumlah pertandingan bagi pemain profesional di Indonesia dalam acara Malam Penutupan Piala Presiden 2025 di Senayan City, Jakarta Pusat, pada Minggu malam, 12 April 2026.
Kebutuhan akan jam terbang tambahan tersebut dinilai krusial mengingat saat ini Indonesia masih kekurangan kompetisi piala domestik untuk mendukung menit bermain atlet di luar liga reguler. Data dan fakta mengenai evaluasi turnamen ini dilansir dari Bola.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa produktivitas pemain sepak bola akan mencapai titik maksimal jika mereka terlibat dalam sekitar 70 pertandingan resmi dalam setahun, sebagaimana standar yang diterapkan di negara sepak bola maju seperti Brasil.
"Tentu Piala Presiden ini sebuah hal yang sangat positif untuk persepakbolaan Indonesia, karena kalau kita benchmarking dengan banyak negara, para pemain itu bisa maksimal kalau dalam setahun itu mengikuti 70 pertandingan resmi seperti di Brasil," kata Erick Thohir.
PSSI saat ini sedang menggodok rencana strategis bersama pihak I.League untuk menambah agenda pertandingan. Langkah tersebut mencakup level klub profesional, tim nasional, hingga kompetisi kategori umur di tingkat akar rumput dan klub amatir.
Peningkatan kualitas pelatih dan klub juga diyakini akan mengikuti seiring bertambahnya jumlah kompetisi yang berkualitas tinggi. Penambahan agenda ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang federasi untuk memperkokoh fondasi sepak bola nasional secara menyeluruh.
Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadwalkan berlangsung pekan depan untuk membahas secara mendalam teknis implementasi penambahan pertandingan tersebut. Pihak panitia penyelenggara juga direncanakan akan mengumumkan beberapa agenda tambahan pasca-penutupan turnamen pramusim ini.