Dua organisasi, Euroconsumers dan Football Supporters Europe, kembali menekan FIFA terkait kebijakan harga tiket untuk Piala Dunia 2026.
Kedua organisasi tersebut secara terbuka meminta FIFA untuk membatalkan penerapan sistem harga dinamis pada turnamen sepak bola empat tahunan itu. Desakan ini muncul setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengonfirmasi penggunaan mekanisme harga dinamis dalam sebuah wawancara.
Kebijakan harga dinamis ini dinilai sebagai "eksperimen untuk memaksimalkan pendapatan", sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi, keadilan, dan kepercayaan publik.
Euroconsumers dan Football Supporters Europe menuntut FIFA untuk menghapus sistem harga dinamis, menetapkan harga tetap yang transparan sejak awal, mengomunikasikan struktur harga dan mekanisme perlindungan secara jelas, serta melibatkan organisasi konsumen dan kelompok suporter sebelum menerapkan model penjualan semacam itu.
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai Juni hingga Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim, menampilkan total 104 pertandingan.
FIFA menuai kritik luas atas kebijakan tiket Piala Dunia 2026. Harga tiket fase grup disebut bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Penerapan harga dinamis, yang membuat harga berubah mengikuti permintaan pasar, semakin memicu kontroversi.
FIFA memperkenalkan kategori baru bernama "Supporter Entry Tier", yakni tiket seharga 60 dolar AS per pertandingan. Namun, jumlahnya sangat terbatas.
FIFA membela kebijakan harga tinggi dengan menyebutnya sesuai mekanisme pasar. Badan tersebut juga menegaskan bahwa sistem harga variabel merupakan praktik umum di Amerika Serikat.
Tahun lalu, Euroconsumers dan Football Supporters Europe telah mengirim surat bersama kepada FIFA untuk menyampaikan keberatan mereka terkait kebijakan tiket. Kedua organisasi itu menyatakan sempat bertemu dengan FIFA dan menerima jaminan bahwa harga dinamis tidak akan diterapkan. Namun, pernyataan terbaru Infantino memunculkan kembali polemik tersebut.
FIFA mengumumkan telah menerima 500 juta permintaan tiket setelah fase penjualan terakhir. Pada April mendatang, FIFA akan membuka fase penjualan terakhir dengan sistem 'siapa cepat dia dapat".