John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, mengumumkan 41 nama pemain yang masuk dalam skuad sementara untuk menghadapi FIFA Series 2026. Pemanggilan ini menghadirkan beberapa kejutan.
Salah satu kejutan adalah kembalinya Elkan Baggott ke Timnas Indonesia. Bek Ipswich Town ini sudah absen membela skuad Garuda selama dua tahun.
Selain Elkan Baggott, Ezra Walian juga menjadi kejutan dalam pemanggilan kali ini. Pemain Persik Kediri ini berhasil memikat John Herdman berkat penampilannya yang menawan.
Ezra Walian menunjukkan performa impresif dalam dua musim terakhir bersama Persik Kediri. Ia menjadi andalan di lini depan tim Macan Putih.
Sebelumnya, Ezra Walian adalah salah satu talenta yang sempat menjadi harapan Timnas Indonesia. Ia merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam.
Lahir di Amsterdam pada 22 Oktober 1997, Ezra memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Manado, sementara ibunya asli Belanda. Ia resmi menjadi WNI pada 2017.
Karier sepak bolanya dimulai di AZ Alkmaar, lalu berkembang di akademi Ajax. Ia bermain bersama pemain yang kini bersinar di Eropa, seperti Donny van de Beek, Frenkie de Jong, dan Noussair Mazraoui.
"Bagi saya, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya dibesarkan dalam keluarga Ajax. Saya telah pergi ke stadion sejak saya masih kecil," kenang Ezra.
"Saat Ajax bertanya kepada saya apakah saya ingin bergabung dengan mereka, itu hanya momen terbaik dalam karier sepak bola saya. Jadi ya, bagi saya itu benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan," jelasnya.
Performa yang Meningkat
Ezra memulai kariernya di sepak bola Indonesia dengan bergabung bersama PSM Makassar pada tahun 2019. Setelah itu, ia pindah ke Persib Bandung dan berhasil meraih gelar juara.
Persik Kediri memboyong Ezra Walian dari Persib Bandung pada awal musim 2024/2025. Ia langsung menjadi pemain kunci, terutama dalam strategi penyerangan tim Macan Putih.
Di musim perdananya bersama Persik, ia bermain dalam 21 pertandingan, mencetak dua gol dan memberikan tiga assist. Performa Ezra terus meningkat di musim keduanya bersama Persik.
Saat ini, ia menikmati kariernya di Persik Kediri, dengan mencatatkan 23 penampilan di BRI Super League, serta menyumbang 6 gol dan 9 assist. Keunggulan Ezra terletak pada teknik, akurasi umpan, eksekusi bola mati, dan fleksibilitas di lini serang.
Kesempatan Pembuktian di Skuad Garuda
Tahun 2017 menjadi momen penting bagi Ezra Walian. Ia mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia setelah resmi menjadi WNI.
Ezra Walian melakukan debutnya bersama Timnas Indonesia pada 21 Maret 2017 saat menghadapi Myanmar di bawah asuhan pelatih Luis Milla. Saat itu, usianya masih 19 tahun.
Sejauh ini, Ezra telah mencatatkan 9 penampilan dan mencetak tiga gol untuk Timnas Indonesia. Penampilan terakhirnya adalah pada Desember 2021 di ajang Piala AFF.
Setelah lebih dari empat tahun absen, Ezra Walian kembali mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia tidak masuk dalam proyeksi tim saat dilatih oleh Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Ezra Walian dinilai sebagai opsi menarik untuk memperdalam lini depan Timnas Indonesia di tengah performa Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen yang sedang menurun.
"Saya tidak pernah menyesal karena itu adalah langkah yang luar biasa bagi saya. Tentu saja, sangat berbeda dengan Eropa dan banyak hal lainnya, tentu saja. Tapi saya tidak memiliki satu pun penyesalan," kata Ezra Walian tentang keputusannya bermain untuk Timnas Indonesia.