F1 dan FIA Pertimbangkan Revisi Aturan 2026 Usai Kritik Verstappen

FIA dan F1 membuka peluang perubahan regulasi teknis 2026 setelah menerima masukan dari pembalap, termasuk kritik dari Max Verstappen.

Formula 1 (F1) dan Federasi Otomotif Internasional (FIA) sedang mempertimbangkan perubahan pada regulasi teknis musim 2026. Hal ini menyusul berbagai masukan dari pembalap, termasuk kritik yang dilontarkan oleh Max Verstappen.

Isu ini mencuat setelah seri pembuka musim di Melbourne, di mana George Russell meraih kemenangan. Ia memulai balapan dari posisi pole.

Verstappen secara terbuka meminta peninjauan kembali aturan tersebut. Ia menegaskan bahwa kritik para pembalap bertujuan untuk kebaikan olahraga, bukan sekadar keluhan.

"Saya mencintai balapan, dan saya ingin balapan menjadi lebih baik dari ini. Jadi, kita lihat saja apa yang bisa dilakukan," kata Verstappen setelah lomba.

"Saya pikir FIA dan F1 bersedia mendengarkan, tetapi saya berharap benar-benar ada tindakan."

Secara umum, sasis baru yang lebih ringan dan berukuran lebih kecil mendapat pujian. Namun, unit tenaga baru yang sangat bergantung pada sistem baterai dinilai kekurangan energi.

Menurut laporan The Race, F1 dan FIA menyadari bahwa sistem pemanenan energi yang digunakan saat ini belum ideal. Karena itu, kedua pihak membuka kemungkinan penyesuaian regulasi.

Diskusi perubahan aturan dijadwalkan setelah Grand Prix China. Tim akan mengumpulkan data tambahan sebelum keputusan diambil.

Jika perubahan dianggap mendesak, aturan baru bisa diterapkan pada Grand Prix Jepang (29 Maret). Perubahan yang lebih besar juga terbuka untuk dilakukan di kemudian hari.

Menghindari Reaksi Tergesa-gesa

Direktur balap mobil single-seater FIA, Nikolas Tombazis, menjelaskan bahwa tim sepakat untuk mempertahankan aturan yang ada pada beberapa balapan pertama musim ini.

"Posisi bersama dari tim adalah kami tetap menggunakan pengaturan saat ini untuk beberapa balapan awal, lalu meninjau kembali setelah memiliki lebih banyak data," jelas Tombazis.

"Setelah China, niat kami adalah meninjau kembali situasi manajemen energi," imbuhnya.

FIA telah menyiapkan beberapa solusi potensial, tetapi sengaja tidak langsung diterapkan agar tidak terkesan sebagai reaksi tergesa-gesa.

"Kami memiliki beberapa kartu di tangan kami terkait hal itu, tetapi kami tidak ingin memperkenalkannya sebelum balapan pertama sebagai reaksi spontan. Kami akan meninjaunya bersama tim setelah China." kata Tombazis.

Tombazis menegaskan perubahan yang terlalu cepat berisiko memperburuk situasi. FIA ingin memastikan setiap langkah meningkatkan kualitas kompetisi.

"Saya pikir hal terburuk yang bisa kami lakukan adalah mengubahnya lalu malah membuatnya lebih buruk," ujarnya.

"Kami membutuhkan tontonan yang hebat, mobil terbaik di dunia, pembalap terbaik di dunia, dan balapan yang menarik bagi para penggemar."

"Itulah mengapa kami perlu melihat produknya terlebih dahulu. Jika memang perlu disesuaikan atau diperbaiki, saya pikir Formula 1 memiliki fleksibilitas untuk selalu mengambil keputusan tersebut," kata Tombazis.

Recommended