Timnas Italia kembali menelan kekecewaan setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Situasi ini menciptakan tekanan signifikan yang memicu perubahan di berbagai level sepak bola Italia, mulai dari jajaran federasi hingga tim nasional.
Gabriele Gravina telah mengundurkan diri sebagai Presiden FIGC, diikuti oleh kepala delegasi tim nasional, Gianluigi Buffon. Kini, perhatian publik tertuju pada pelatih Gennaro Gattuso, yang diperkirakan akan menjadi figur berikutnya yang meninggalkan posisinya akibat hasil buruk tersebut.
Namun, di tengah gelombang tekanan, mantan pelatih senior Italia, Fabio Capello, menyuarakan pandangan berbeda. Ia mendesak Gattuso agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengenai masa depannya bersama skuad Azzurri, seperti dilansir dari Bola.
Menurut Capello, Gattuso masih layak diberi kesempatan, setidaknya untuk dua pertandingan berikutnya, sebelum menentukan langkah selanjutnya bersama tim nasional. "Saya akan menunggu dua pertandingan berikutnya sebelum membuat keputusan tentang Gattuso," ujar Capello.
Capello juga menyoroti kondisi yang dihadapi Gattuso saat mengambil alih tim. Ia menilai Gattuso memimpin skuad di tengah proses kualifikasi yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti. "Jangan lupa, dia mengambil alih tim ketika kualifikasi sudah berjalan. Dia mampu membawa karakter dan determinasi ke dalam tim," tambah Capello.
Momen Kritis Kegagalan Italia
Faktor krusial yang turut menyebabkan kegagalan Italia, menurut Capello, adalah kesalahan individu yang berujung fatal. "Sayangnya, dan ini menyedihkan untuk dikatakan, kami harus membayar mahal karena kesalahan individu yang sangat mendasar. Jika tidak, mungkin kami bisa mendapatkan hasil yang diinginkan," katanya.
Titik balik kegagalan tersebut terjadi saat pertandingan play-off melawan Bosnia dan Herzegovina. Ketika Italia unggul 1-0, bek Alessandro Bastoni menerima kartu merah akibat tekel yang terlambat, membuat tim bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam.
Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu, sebelum Italia kalah dalam adu penalti, yang memastikan kegagalan mereka melangkah ke Piala Dunia. Padahal, Gattuso mencatatkan enam kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang (yang berujung adu penalti) dari delapan pertandingan yang ia pimpin.
Kandidat Pengganti dan Apresiasi untuk Buffon
Seiring ketidakpastian masa depan Gattuso, beberapa nama mulai mencuat sebagai calon pengganti. Antonio Conte dan Roberto Mancini, yang keduanya pernah melatih tim nasional Italia, termasuk dalam daftar tersebut.
Namun, Capello mengingatkan agar penilaian terhadap kandidat tidak hanya berpatokan pada prestasi masa lalu. "Kita harus melihat bukan hanya apa yang mereka menangkan di masa lalu, tetapi juga bagaimana mereka meninggalkan jabatan tersebut. Ada banyak hal yang harus dievaluasi," tegasnya.
Di sisi lain, keputusan Gianluigi Buffon untuk mengundurkan diri juga mendapat apresiasi. Buffon sempat mengaku ingin langsung mundur usai laga di Zenica, meskipun sempat diminta menunggu. Capello memandang sikap Buffon sebagai bentuk tanggung jawab. "Gigi adalah sosok yang sangat lugas dan tidak akan berputar-putar. Karena target tidak tercapai, dia berdiri dan menyerahkan pengunduran dirinya. Itu patut dihormati," tutur Capello.