Upaya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk meringankan sanksi terhadap tujuh pemainnya memasuki babak baru. Sidang perdana di Court of Arbitration for Sport (CAS), Lausanne, Swiss, telah dimulai pada 23 Februari.
FAM tidak membantah pelanggaran yang dilakukan para pemain tersebut, melainkan berfokus pada upaya pengurangan masa hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA. Sanksi larangan bermain selama 12 bulan dijatuhkan FIFA pada September tahun lalu akibat masalah kelayakan dan dokumentasi.
Argumen utama FAM dalam sidang CAS adalah proporsionalitas hukuman. Mereka berharap panel arbitrase mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat meringankan hukuman tersebut.
Langkah ini menunjukkan pendekatan strategis FAM. Alih-alih memperdebatkan substansi pelanggaran, mereka berupaya agar para pemain dapat kembali memperkuat tim nasional secepatnya.
Putusan CAS diperkirakan akan diumumkan segera setelah sidang berakhir, paling cepat pada Jumat, 27 Februari pukul 5 pagi. Jika banding dikabulkan, tujuh pemain tersebut berpeluang kembali bermain lebih awal.
Hasil sidang ini akan sangat menentukan persiapan tim nasional Malaysia. Absennya tujuh pemain jelas memengaruhi kekuatan tim. Jika hukuman tetap berlaku, Malaysia harus menyusun strategi tanpa mereka. Sebaliknya, jika banding diterima, tim akan mendapat suntikan moral dan kekuatan.