Federico Barba Minta Pemain Persib Fokus Laga Kontra Persijap

Bek Persib Bandung Federico Barba meminta tim fokus menghadapi Persijap Jepara dan mengabaikan euforia rencana konvoi suporter.

Bek Persib Bandung Federico Barba meminta rekan-rekannya fokus menghadapi laga terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion GBLA pada Sabtu (23/5/2026), daripada mengurusi euforia rencana konvoi juara di media sosial, dilansir dari Bola.

Pemain belakang asal Italia tersebut menegaskan bahwa perayaan sama sekali belum pantas untuk digulirkan sebelum kompetisi resmi benar-benar selesai dilaksanakan.

Barba menyatakan kewaspadaannya yang tinggi menjelang pertandingan penutup tersebut demi menjaga konsentrasi seluruh skuad Maung Bandung agar tidak buyar akibat atmosfer di luar lapangan.

"Jadi saya tidak merasakan antusiasme ini (rencana konvoi) karena kami belum mencapai apapun. Saya sangat fokus pada pertandingan," kata Barba.

Mantan pemain bernomor punggung 93 tersebut mengakui posisi timnya saat ini sudah sesuai dengan target awal, namun duel pamungkas nanti tetap menjadi ujian yang diprediksi berjalan sulit.

"Kami tahu di kandang sendiri kami sangat kuat, tetapi kami bermain melawan tim yang bagus, jadi ini akan menjadi sulit," imbuh Barba.

Punggawa lini pertahanan Persib ini memilih untuk mengesampingkan segala hal yang berkaitan dengan acara seremonial setelah selesainya kompetisi.

"Dan saya hanya memikirkan tentang pertandingan ini, dan apa yang akan terjadi setelahnya, jujur saja saya tak peduli saat ini," ucap Barba.

Selain membahas kesiapan teknis tim, Barba juga memberikan pesan mendalam serta apresiasi terhadap dukungan masif yang diberikan oleh kelompok suporter Bobotoh sepanjang musim.

"Sekarang para suporter adalah energi bagi tim, jadi saya cuma mau bilang terima kasih," kata Barba.

Kendati demikian, dirinya mengingatkan pendukung fanatik tersebut agar tetap menjaga ketertiban serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku demi kebaikan bersama.

"Tapi tentu saja, jika mereka peduli, jika mereka menginginkan yang terbaik untuk klub, pastinya mereka harus menghormati beberapa aturan," tambah Barba.

Pelanggaran terhadap regulasi kompetisi dinilai hanya akan membebani manajemen karena adanya risiko jatuhnya hukuman berupa denda finansial.

"Ya, karena dampaknya nanti, pihak klub yang harus membayar akibatnya (denda), dan itu juga tidak benar," tandas Barba.

Melalui imbauan ini, ketertiban diharapkan bisa dijaga oleh suporter saat merayakan momen kebersamaan pada waktu dan lokasi yang tepat setelah pertandingan usai.

"Saya berharap orang-orang bisa mengerti, dan bisa menikmati pertandingan, atau setelah pertandingan nanti bersama-sama, di momen yang tepat, dan di tempat yang tepat juga," pungkas Barba.

Recommended