Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengungkapkan rincian kegagalannya dalam merekrut sejumlah pemain legendaris asal Italia ke Stadion Old Trafford pada sebuah wawancara yang kembali mencuat pada Senin (13/4/2026).
Meski sukses mengorbitkan talenta asal Portugal, Prancis, dan Belanda, Ferguson mengakui bahwa loyalitas tinggi para pemain Italia menjadi penghalang utama bagi Setan Merah untuk mendapatkan jasa mereka selama masa kepemimpinannya.
Dilansir dari Bola, salah satu upaya yang paling berkesan adalah saat Ferguson mencoba mendatangkan bek legendaris AC Milan, Paolo Maldini, dengan menghubungi ayahnya secara langsung.
"Saya pernah bertanya kepada ayah Maldini, Cesare, tentang dirinya. Dia melihat saya seolah-olah saya orang gila, dan respons itu sudah cukup untuk memahami bahwa jawabannya adalah 'tidak'," kata Ferguson kepada Corriere dello Sport.
Penolakan tersebut didasari oleh sejarah panjang keluarga Maldini yang telah mencatatkan lebih dari 400 penampilan untuk Rossoneri, sehingga kepindahan ke Inggris dianggap sebagai hal yang mustahil bagi mereka.
Selain Maldini, Ferguson juga mengincar ikon AS Roma, Francesco Totti, namun ia menyadari bahwa sang penyerang tidak akan pernah meninggalkan klub ibu kota Italia tersebut demi stabilitas kariernya.
Ferguson menyamakan posisi Totti di Roma dengan peran Ryan Giggs dan Paul Scholes di Manchester United yang tetap dipertahankan sebagai simbol klub meskipun tidak selalu bermain di setiap pertandingan.
Nama Gianfranco Zola juga masuk dalam daftar pemain yang dikagumi Ferguson karena semangat sportivitas dan kegembiraan yang ditunjukkan saat bermain untuk Chelsea di Liga Inggris.
Upaya perekrutan ini menunjukkan ambisi Ferguson untuk memperkuat dominasi Manchester United dengan mencoba memadukan disiplin taktik Italia ke dalam skuadnya yang saat itu sudah dipenuhi pemain bintang internasional.